Yield AS Naik Lagi, Wall Street Dibuka Berayun ke Zona Merah

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa bagian Amerika Serikat (AS) dibuka anjlok pada sesi asal perdagangan Rabu (17/3/2021), di tengah antisipasi investor pada hasil rapat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 52, 5 poin (+0, 16%) di pukul 08: 30 waktu setempat (21: 30 WIB) dan 20 menit lalu berbalik minus 10, 7 poin (-0, 03%) ke 32. 815, 26. S& P 500 surut 22, 1 poin (-0, 56%) ke 3. 940, 59 dan Nasdaq tersungkur 144, 2 poin (-1, 07%) ke 13. 327, 35.

Imbal hasil ( yield ) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun kembali mencetak rekor pada tertinggi baru di 1, 67%, atau tertinggi sejak Februari 2020. Kemajuan imbal hasil telah memusingkan kinerja bursa saham kira-kira pekan terakhir, terutama bagi saham teknologi.


Yield obligasi serupa bertenor 30 tahun juga loncat ke 2, 428% atau tertinggi sejak November 2019. Kondisi tersebut bisa menekan arus kas emiten penerbit surat utang terutama mereka yang bergerak di daerah teknologi.

Saham Apple, Alphabet, Facebook dan kompak menyurut di pembukaan, dipimpin Tesla yang drop lebih sejak 2%. Saham kapal melancong Royal Caribbean dan Carnival naik sekitar 1%. Saham McDonald juga melesat 1% setelah Deutsche Bank mendongkrak peringkat saham tersebut lantaran ‘tahan’ menjadi ‘beli’.

Dalam lektur Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell, pasar bakal mencari indikasi The Fed akan menaikkan suku kembang acuan sebelum atau sesudah 2023. The Fed hendak merilis kebijakan terbarunya pasca-kucuran stimulus senilai US$ 1, 9 triliun.

Kebijakan moneter longgar yang sekarang dijalankan bakal menjadi sorotan apakah akan dilanjut atau dikurangi. Investor juga akan memantau komentar Powell, di mana komentarnya bakal menentukan arah pergerakan pura.

Terlebih, kebijakan yang diambilnya bakal menjelma acuan bank sentral lain di seluruh dunia. Bank sentral Inggris, Jepang & Indonesia akan menggelar rapat serupa besok yang pula berujung pada pengumuman suku bunga acuan.

“Ada asumsi kalau kebijakannya masih dovish kelak. Dengan stimulus tambahan, suram baginya untuk tak dovish . Itu takut membuat pasar kecil. Mereka takut mengganggu perbaikan, ” tutur Peter Boockvar, Direktur Investasi Bleakley Advisory Group, kepada CNBC International .

Harga patra juga menjadi fokus rekan setelah melemah karena kekhawatiran permintaan bakal tertekan. Koreksi harga terjadi setelah beberapa negara menghentikan penggunaan vaksin besutan AstraZeneca, yang dikhawatirkan memperlambat laju vaksinasi & pemulihan ekonomi.

Pada Selasa, Dow Jones tertekan nyaris 130 poin akibat koreksi bagian Boeing yang nyaris menyentuh 4% dan S& P 500 melemah 0, 16%. Sementara itu, Nasdaq menguat 0, 09% berkat reli saham Facebook, Amazon, Apple, Netflix dan Alphabet (induk usaha Google).

AWAK RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(ags/ags)