Waspada! Ini Daftar 11 Investasi Bodong yang Diblokir OJK

Jakarta, CNBC Indonesia – Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan adanya sebanyak investasi ilegal alias tersembul yang merugikan masyarakat. Itu menawarkan imbal hasil dengan tidak wajar.

Terbaru, SWI menghentikan operasi 11 penawaran investasi tak berizin. Alasan Satgas menghentikan operasi 11 penawaran investasi itu karena diduga kesibukan usaha tersebut tidak memiliki izin dari otoritas yang berwenang serta menduplikasi atau mengatasnamakan entitas yang berizin.

SWI menodong masyarakat agar mewaspadai penawaran investasi ilegal melalui jalan sosial Telegram. Modus permintaan investasi ilegal di persekutuan Telegram mengiming-imingi investasi dengan imbal hasil tinggi secara menduplikasi website entitas dengan memiliki izin untuk mencurangi masyarakat.


“Kami sampaikan bahwa segenap penawaran investasi melalui media sosial Telegram adalah gelap, sehingga masyarakat diminta perdata, ” ungkap Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing  dikutip Minggu (18/7).

Satgas Perdata Investasi mengimbau kepada klub agar sebelum melakukan investasi untuk memastikan legalitas perusahaan yang menawarkan investasi atau izin menawarkan produk lantaran otoritas yang berwenang cocok dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

Bahan mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dibanding otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id atau Kontak OJK 157 (WA 081157157157), email [email protected]

Berikut tersebut selengkapnya daftar 11 penawaran investasi yang dihentikan SWI OJK:

1. Duplikasi Perusahaan PT Overseas Commercial Future (Duplikasi Perusahaan PT Overseas Commercial Future dihentikan kegiatannya dan diumumkan melalui siaran pers karena melakukan kegiatan perdagangan forex tanpa izin)

2. https://2021.co.id/aplikasi/aplikasi- dompet-ajaib/ (Blog website ilegal mengatasnamakan serta duplikasi kegiatan PT Ganjil Teknologi Indonesia (Ajaib)

3. Btrado (Penawaran investasi robot trading minus izin)

4. PT Nofal Invesment (Penawaran investasi tanpa izin dengan pemalsuan izin dari Dominasi Jasa Keuangan)

5. Cameto (Money Game)

6. WPP Group berbagi/Sharing33. com, Sharing11. com, Sharing22. com (Money Game)

tujuh. SmartClicks. io/ PT AVA Sukses Sejahtera (Penawaran investasi aset kripto tanpa izin)

8. SYW (Step In Your Wealth) (Money Game/Aset Kripto tanpa izin dengan mengatasnamakan SYW (Step In Your Wealth)

9. BTC-FINANCIALTRADING (Penawaran investasi aset kripto tanpa izin dengan mengatasnamakan BTC- FINANCIALTRADING)

10. UMI CRYPTO INVESTASI (Penawaran investasi aset kripto dengan pemalsuan izin sejak Otoritas Jasa Keuangan)

11. PT ZIV CRYPTO INDONESIA (Penawaran investasi aset kripto tanpa izin).

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)