Warning IMF Soal Dampak Corona, Sakitnya Menahun Sulit Sembuh

Jakarta, CNBC Indonesia – Krisis virus corona (Covid-19)  akan berlangsung lebih lama dibanding yang diperkirakan dan beberapa negara akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa kembali mencatatkan pertumbuhan.

Hal ini ditegaskan penguasa Dana Moneter Internasional (IMF), Rabu (23/9/2020). Untuk itu, IMF mengiakan bekerja sama dengan negara-negara anggota tentang cara mengatasi pandemi & cara mengurangi dampak ekonominya.


“Kami memeriksa untuk mempertahankan kekuatan finansial saya, ” kata Wakil Direktur Pelaksana Pertama Geoffrey Okamoto pada agenda online yang diselenggarakan oleh Tengah Studi Strategis dan Internasional ditulis Reuters.

“Kami berbahasa tentang… kembali ke pertumbuhan yang akan memakan waktu beberapa tarikh, dan banyak negara yang kira-kira membutuhkan bantuan. ”

Menurut seorang juru bicara IMF, lembaga itu telah menyediakan sekitar US$ 90 miliar dalam mutlak pembiayaan kepada 79 negara, tercatat 20 negara di Amerika Latin. Pendanaan itu sudah diluncurkan semenjak dimulainya krisis kesehatan.

IMF mengungkapkan ekonomi Amerika Latin dan Karibia adalah yang memutar terpukul di dunia oleh pandemi. Wilayah ini melaporkan sekitar 8, 4 juta kasus virus corona dan lebih dari 314. 000 kematian. Itu merupakan angka infeksi tertinggi dibandingkan wilayah mana biar.

Lembaga itu sedang berdiskusi dengan negara Kelompok 20 (G20) soal memperpanjang penundaan pembayaran utang dan berupaya melibatkan preman. Saat ini negara-negara berpenghasilan lembut mendapat keringanan penundaan pembayaran pinjaman di bawah Inisiatif Penangguhan Servis Utang (DSSI).

Inisiatif yang disetujui negeri anggota G20 pada April itu akan berakhir pada akhir tarikh. Tetapi para ahli dan pejabat pemerintah di banyak negara sudah menyerukan dukungan untuk memperpanjangnya mematok 2021.

Salah kepala yang mendukung perpanjangannya adalah ikatan G7. Para menteri kelompok itu sepakat untuk mempertimbangkan perpanjangan DSSI pada Agustus lalu.

“Masalah keberlanjutan utang menjadi preferensi utama bagi pejabat IMF, ” kata Okamoto, sebelum menambahkan kalau banyak negara di Amerika Latin mengalami kesulitan utang sebelum virus corona melanda. Wabah itu saat ini memperburuk tekanan tersebut.

Akibat krisis kesehatan, pembatasan sosial dilakukan sejumlah negara. Alhasil pertumbuhan mengalami kontraksi. Bahkan, 45 negara di dunia jatuh ke jurang resesi, termasuk Singapura dan sebagian negara Eropa

[Gambas:Video CNBC]
(res/res)