Wall Street Pesta Pora, Cetak Rekor Tertinggi dalam Sejarah

Jakarta, CNBC Indonesia – Kabar gembira dari Wall Street. Bursa saham AS kembali mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah, setelah Joe Biden formal dilantik menjadi Presiden ke-46, Rabu (20/1/2021).

Indeks Nasdaq memimpin dengan penguatan nyaris 2% ke 13. 457, 25. Tengah Dow Jones menguat 0, 83% ke 31. 188, 38, ruang S& P 500 melesat 1, 39% ke 3. 651, 85.  


Rencana stimulus fiskal sebesar US$ 1, 9 triliun yang akan digelontorkan Biden menjadi kausa penguatan Wall Street. Dengan provokasi tersebut diharapkan perekonomian AS mampu bangkit lebih cepat, begitu pula dengan penanggulangan Covid-19.

“Isu lainnya bisa mundur dulu dikalahkan oleh perhelatan di Washington karena investor mencari perubahan kecendekiaan yang besar ke depannya & outlook pemerintahan yang baru, ” tutur Kepala Perencana Pasar TD Ameritrade JJ Kinahan kepada CNBC International.

Proposal provokasi Biden memasukkan bantuan langsung tunai (BLT) senilai US$ 1. 400 ke warga AS dan perpanjangan tunjangan penganggur serta bantuan buat pemerintahan lokal dan negara bagian. Demikian juga dengan dana penanggulangan pandemi dan program vaksinasi.

Dari lantai bursa, informasi earning yang apik dari kurang emiten juga mengangkat sentimen pelaku pasar. Harga saham Netflix melesat nyaris 17% setelah perseroan melaporkan pertumbuhan pelanggan yang kuat serta menyatakan akan mempertimbangkan pembelian balik ( buyback ) sahamnya di pasar.

Perseroan mendapatkan berkah pandemi dengan mencetak 8, 5 juta konsumen, atau melesat dibandingkan dengan perkiraan analis sebesar 6, 47 juta orang.

Saham Morgan Stanley menguat di awal perniagaan setelah pengumuman kinerja keuangan perseroan per kuartal IV-2020 yang melampaui estimasi pasar, tetapi di penutupan perdagangan malah terkoreksi 0, 2%.

Begitu juga dengan saham Procter & Gamble menyurut 1, 3% meski melaporkan kemajuan pendapatan berkat produk sanitasinya pada tengah pandemi.

[Gambas:Video CNBC]
(sef/sef)