Upah PNS Rp 9 Juta Hanya PHP, tapi Sabar Tunjangan Sedang Dikaji

Jakarta, CNBC Indonesia – Sesudah ramai diberitakan dalam sepekan belakang soal besaran gaji Aparatur Biasa Negara (ASN) minimal Rp 9 juta di tahun depan, ternyata kabar ini pun dibantah  Kementerian Keuangan.

Direktur Harmonisasi Peraturan Penganggaran Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kemenkeu Asuh Kusnaini menegaskan, bahwa tidak ada rencana kenaikan gaji PNS untuk tahun depan. Sebab, pemerintah masih fokus pada penanganan dampak Pandemi Covid-19.

“Tidak tersedia rencana untuk menaikkan gaji PNS (2021), ” ujarnya yang dikutip Rabu (30/12/2020).


Tapi dia mengatakan, terkait dengan pengembangan tunjangan kinerja ASN atau aparat sipil (PN) dan pensiunan, benar rencana itu ada.

Saat ini program tersebut tengah di bahas dalam internal Kementerian dan Lembaga terpaut.

“Penyusunan peraturan negeri tentang skema gaji dan purna bakti, saat ini masih dalam tahap pengkajian interdepartemen, ” jelasnya.

Menurutnya, dalam pembahasan tersebut ada banyak pertimbangan yang menetapkan dikaji. Salah satunya adalah pengaruh ke keuangan negara tidak hanya jangka pendek tapi juga masa panjang.

“Mempertimbangkan penuh aspek, di antaranya termasuk dampaknya terhadap keuangan negara jangka kompak dan jangka panjang, ” logat dia.

Sebelumnya, Gajah Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengatakan, untuk tahun depan upah PNS untuk jabatan terendah menjelma Rp 9 juta – Rp 10 juta per bulan. Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan tunjangan yang telah direncanakan sejak tarikh lalu.

“Jadi (gaji) pegawai paling rendah ASN tersebut bisa minimal Rp 9 juta sampai Rp 10 juta, ” kata dia dalam Grand Launching Wakaf Uang ASN Kementerian Agama, Senin (28/12/2020).

Tjhajo mengatakan, kenaikan tunjangan akan dinikmati sekitar 4, 2 juta ASN, 1 juta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang berisi dari kalangan guru, 260 gaya kesehatan, dan 100 ribu tenaga penyuluh.

“Mudah-mudahan menggunakan rekrutmen, sistem merit, tunjangan dan sebagainya bisa tertata, terdata berapa ASN yang kita butuhkan, ” jelasnya.

Tjahjo berharap para abdi negara bisa mewakafkan sebagian kenaikan tunjangan itu untuk kebaikan. Pemerintah pun saat itu masih mencari cara agar ASN bisa berkontribusi lebih besar dalam berwakaf.

“Nanti kita cari. Dari gaji pokok serta tunjangan serta lain-lain kita imbau dengan cara gimana. Sehingga tersedia wakaf bisa bergulir ke aliran, ” kata Tjahjo.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)