The Force of Profit Taking is Strong With Kehormatan Minyak…

Jakarta, CNBC Indonesia kepala Harga minyak dunia terkoreksi tipis di perdagangan  pagi ini. Aura ambil untung ( profit taking ) begitu kuat terasa dalam pasar minyak dunia.

Pada Jumat (24/9/2021) pukul 07: 23 WIB, harga minyak jenis brent berada di US$ 77. 17/barel. Turun 0, 1% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Sedangkan yang jenis light sweet harganya US$ 73, 16/barel. Redup 0, 19%.


Kemarin, harga si emas hitam melonjak tajam. Harga brent dan light sweet melaju masing-masing 1, 39% dan 1, 48%.

Kekhawatiran investor terhadap menipisnya pasokan jadi pendongrak nilai minyak. Di Amerika Serikat (AS), US Energy Information Administration melaporkan stok minyak Negeri Adikuasa pada minggu yang berakhir 17 September 2021 turun 3, 5 juta barel menjadi 414 juta barel. Ini merupakan stok terendah sejak Oktober 2018.

Selain itu, sejumlah negara bagian OPEC mengaku kesulitan menggenjot produksi minyak. Nigeria, Angola, dan Kazakhstan dihadapkan pada fasiltas produksi yang telah uzur dan hambatan terpaut pandemi virus corona ( Coronavirus Disease-2019 /Covid-19).

Hal lain yang ikut membawa dampak tentu di pasar komoditas adalah perkembangan seputar ancaman rusak bayar utang alias default perusahaan properti terbesar kedua di China, Evergrande. Evergrande berhasil mengamankan pembayaran kupon obligasi senilai US$ 83, 5 juta untuk surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) US$ dua miliar.

Berbagai sentimen tersebut berhasil mengangkat harga minyak. Namun ternyata kenaikan itu tidak berdiam lama.

Hanya dalam hitungan jam, investor sudah tidak sabar untuk mencairkan cuan . Tekanan jual itu membuat harga minyak mendarat, meski terbatas saja.

TIM RISET CNBC  NUSANTARA

(aji/aji)