Tersedia yang Ramal Harga Minyak Tembus US$ 100/barel, Yakin nih?

Jakarta, CNBC  Indonesia –  Sentimen di pasar minyak mentah masih lulus positif sehingga membuat kehormatan si emas hitam berkecukupan untuk reli. Tren kemajuan harga minyak mentah dipicu  oleh ketatnya produksi di tengah prospek permintaan yang membaik.

Makna kontrak Brent Agustus terbang 0, 4% ke US$ 75, 21/barel. Sementara itu harga kontrak West Texas Intermediate (WTI) cenderung kondominium di kisaran US$ 73, 64/barel. Harga kedua persetujuan tersebut reli panjang sejak minggu terakhir Mei.  


“Harga minyak mengambil jeda, tetapi nada pasar lestari kuat di tengah ekspektasi bahwa permintaan bahan menjilat akan meningkat dengan lekas seiring dengan pemulihan ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat, ” kata Toshitaka Tazawa, analis di wakil komoditas Fujitomi Co.

BofA Global Research memajukan perkiraan harga minyak mentah Brent untuk tahun tersebut dan tahun depan, dengan mengatakan bahwa pasokan minyak yang lebih ketat serta permintaan yang pulih mampu mendorong minyak sebentar ke US$100 per barel pada tahun 2022.  

Kini investor pokok pada data persediaan mingguan AS, karena stok patra mentah telah turun untuk  empat minggu berturut-turut. Administrasi Informasi Energi (EIA) GANDAR mengatakan stok minyak remaja AS turun tajam pekan lalu karena ada peningkatan aktivitas kilang ke tangga tertinggi sejak Januari 2020.

Stok minyak kasar AS diperkirakan turun minggu ini dan menjadi penurunan untuk lima pekan bersambung jika mengacu pada survei yang dilakukan  oleh Reuters.  

Di sisi asing kenaikan harga minyak didukung  oleh progress perundingan nuklir Iran-AS yang tertunda.  

Semasa ini AS memberikan hukuman terhadap sektor migas Iran sehingga sulit ekspor. Hal ini membuat pasokan pada pasar berkurang dan mengangkat kenaikan harga minyak. Sampai dengan detik ini AS dan Iran masih sulit untuk mencapai kata meluluskan.

Negosiasi untuk membakar kesepakatan nuklir Iran, kandas pada hari Minggu setelah hakim Ebrahim Raisi memutuskan untuk memenangkan pemilihan pemimpin Iran di tengah jumlah pemilih yang rendah dalam hari Sabtu.

Dua diplomat mengatakan mereka mengharapkan istirahat sekitar 10 hari. ANZ Bank dalam risetnya mengucapkan pemilihan itu dapat menunda kesepakatan nuklir. “Kemungkinan minyak Iran memukul pasar dalam jangka rendah tampaknya tidak mungkin, ” kata bank tersebut.

Analis memperkirakan kalau AS mencabut sanksi yang dikenakan pada Iran oleh karena itu ada potensi kenaikan pasokan sebesar 500 ribu barel per hari (bph). Namun karena prospek negosiasi sedang menemui jalan terjal kehormatan si emas hitam masih cenderung naik. Apalagi bila dibarengi dengan prospek perbaikan permintaan di berbagai negeri.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(twg/twg)