Terawan Lapor Jokowi: Insentif Dokter Cs Cair Sejak 22 Mei

Jakarta, CNBC Indonesia – Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan  Covid-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengungkapkan petunjuk yang disampaikan Menteri Kesehatan Letjen TNI (Purn) dr. Terawan Agus Putranto kepada Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas pada keadaan ini, Rabu (27/5/2020). Laporan tersebut berkaitan dengan insentif tenaga kesehatan yang dijanjikan pemerintah.

“Bapak menteri kesehatan telah mengadukan kepada bapak presiden tentang dorongan kepada tenaga kesehatan yang telah mulai disalurkan sejak tanggal 22 Mei yang lalu, yaitu pada hari Jumat dan terus berlanjut sampai dengan selesai, ” perkataan Doni dalam keterangan pers selepas ratas.

“Artinya data-data ini akan tetap menjadi perhatian dari Kementerian Kesehatan jadi tidak salah nama dan petunjuk penerima betul-betul akurat sehingga taksiran yang dikeluarkan bisa dipertanggungjawabkan, ” lanjutnya.

Bagaikan diketahui, pemerintah memberikan insentif & santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di Nusantara. Pemberian insentif dan santunan kematian tersebut telah ditetapkan menkes mencuaikan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK. 01. 07/MENKES/278/2020.



“Sasaran pemberian insentif dan santunan maut adalah tenaga kesehatan baik Aparatur Sipil Negara (ASN), non ASN, maupun relawan yang menangani Covid-19 dan ditetapkan oleh pimpinan wahana pelayanan kesehatan atau pimpinan kebiasaan kesehatan, ” kata Terawan dalam Jakarta, Rabu (29/4/2020).

Seperti dikutip dari rilis Kementerian Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan atau institusi kesehatan yang dimaksud meliputi:

1. Rumah rendah yang khusus menangani Covid-19 laksana Rumah Sakit Khusus Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. dr. Sulianti Saroso, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Rumah Sakit Wisma Atlet, dan Rumah Sakit Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang.
2. Rumah sakit milik Pemerintah Tengah termasuk rumah sakit milik TNI/POLRI atau pemerintah daerah, serta vila sakit milik swasta yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat atau negeri daerah.
3. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).
4. Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengoperasian Penyakit (BTKL-PP) dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP).
5. Biro Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota.
6. Puskesmas.
7. Lab. yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan tubuh.

Jenis tenaga kesehatan tubuh yang mendapatkan insentif dan sokongan kematian adalah dokter spesialis, dokter, dokter gigi, bidan, perawat, serta tenaga medis lainnya yang bekerja di tujuh fasyankes tersebut.

Besaran insentif untuk gaya kesehatan di rumah sakit paling antara lain:
1. Tabib Spesialis Rp. 15 juta
2. Dokter Umum dan Geraham Rp. 10 juta
3. Bidan dan Perawat Rp. 7, 5 juta
4. Gaya Medis Lainnya Rp. 5 juta.

Sementara itu motivasi untuk tenaga kesehatan di KKP, BTKL-PP, dan BBTKL-PP, dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, Puskesmas dan laboratorium yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan setinggi-setingginya sebesar Rp. 5 juta.

Untuk besaran santunan kematian sebesar Rp. 300 juta diberikan kepada tenaga kesehatan yang meninggal dalam memberikan penyajian kesehatan dikarenakan paparan Covid-19 era bertugas. Tenaga kesehatan tersebut adalah tenaga kesehatan yang tertular karena menangani pasien Covid-19 di kemudahan pelayanan kesehatan atau institusi kesehatan yang memberikan pelayanan Covid- 19.

Insentif dan sokongan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 diberikan terhitung tiba bulan Maret 2020 sampai secara
bulan Mei 2020 dan dapat diperpanjang sesuai secara ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sumber pendanaan insentif dan sokongan kematian bagi tenaga kesehatan dengan menangani Covid-19 dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Biaya Daerah (APBD).

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)