Sri Mulyani Rilis PMK Bank Jangkar, Saham Bank BUMN Terbang

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham-saham bank landas tinggi pada perdagangan pagi itu, Rabu (24/6/2020)  dan menjadi sandaran penguatan Indeks Harga Saham Ikatan (IHSG).

Pasar merespons positif terbitnya  Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70/PMK. 05/2020 tentang Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Dalam Rangka Percepatan Perbaikan Ekonomi Nasional.

Bersandarkan data BEI, harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melesat 1, 66% ke kelas Rp 3. 060/unit. Lalu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 3, 97% ke makna Rp 4. 980/unit.


Kemudian  saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 5, 02% ke level Rp 4. 600/unit. Saham PT Bank Simpanan Negara Tbk (BBTN) pun melesat 8, 29% menjadi Rp 1. 175/unit.

Dalam PMK yang diundangkan di 22 Juni 2020 ini disebutkan beberapa poin mengenai penempatan kekayaan pemerintah di bank umum.

Penempatan Uang Negara dalam Bank Umum dilakukan sebagai periode pengelolaan kelebihan kas. Kelebihan kas merupakan kondisi saat terjadinya dan/ atau diperkirakan saldo rekening KUN melebihi kebutuhan pengeluaran negara di dalam periode tertentu.

Di pasal 4 PMK ini disebutkan kriteria bank umum yang menjadi Bank Umum Mitra pemerintah di penempatan dana, yaitu:

  1. memiliki izin usaha yang masih berlaku sebagai Bank Umum;
  2. mempunyai kegiatan cara di wilayah Negara Republik Nusantara dan mayoritas pemilik saham/modal merupakan warga negara/badan hukum Indonesia/Pemerintah Kawasan;
  3. memiliki tingkat kesehatan minimal komposit 3 (tiga) dengan telah diverifikasi oleh Otoritas Pertolongan Keuangan; dan
  4. melakukan kegiatan perbankan yang mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Dalam peraturan ini pula disebutkan, Bank Mitra yang dijadikan tempat untuk penempatan uang negara harus memberikan remunerasi atau kembang kepada pemerintah.

Saksikan video terpaut di bawah ini:

(hps/hps)