Sri Mulyani: Kita Tidak Membayangkan 2021 Akan Begini

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tak sudah membayangkan jika tahun itu Covid-19 di Indonesia bahkan melonjak. Terutama dengan munculnya banyak varian baru Covid-19.

Menurutnya, di dalam tahun lalu saat mengatur APBN 2021, pemerintah optimis bahwa tahun ini hendak menjadi fase pemulihan perekonomian dari Covid-19. Sehingga pertumbuhan ekonomi dipatok cukup tinggi kembali ke 5%.

Namun pada pokok tahun muncul varian terakhir virus yang lebih ganas. Salah satunya delta dengan penularannya lebih cepat berkali-kali lipat dibandingkan virus Corona aslinya.


“Waktu APBN 2021 dibahas tahun lalu dengan DPR dan disetujui itu status seperti delta belum tampak. Oktober tahun lalu kita melihat proyeksi PDB dalam India bisa double digit tinggi, karena belum tersedia varian delta. Delta terjadi di India Maret 2021 dan sekarang meluas ke 96 negara. Itu dengan tidak terlihat pada era kita membuat APBN 2021, ” ujarnya dalam webinar virtual, Rabu (7/7/2021).

“Dalam proses recovery untuk 2021, KEM PPKF  defisit 3, 21-4, 17% karena waktu itu kita membayangkan 2021 itu recovery yang non stop berpengaruh tidak ada kemudian dengan muncul varian alpha mematok delta. Sehingga ketika kita bahas dengan DPR, kekurangan jadi 5, 7%, ” jelasnya.

Kondisi ini dinilai membuat pertumbuhan ekonomi di tahun ini akan meleset dari target. Dimana perekonomian sepanjang tahun di perbaikan hanya bisa tercapai 3, 7%-4, 5%. Apalagi saat ini tengah dilakukan kembali pengetatan mobilitas melalui kebijakan PPKM Mikro Darurat.

Dengan kebijakan itu, APBN diharuskan bekerja benar fleksibel dan responsif terutama untuk membantu masyarakat miskin di tengah PPKM perlu. Seperti melanjutkan memberikan bantuan sosial bagi masyarakat had pelaku usaha.

Ini adalah pilihan sulit yang harus dilakukan pemerintah saat terjadi kenaikan kasus. Dimana kudu terus mencari keseimbangan kurun kesehatan dan perekonomian mengikuti sosial ekonomi.

“Dinamika ini yang selalu dihadapkan pada kami jadi pengelola kebijakan fiskal. APBN mencoba melakukan fungsi itu secara terus-menerus, secara sebanding dan responsif. Penyebaran covid akan menjadi cermin driver force dan bagaimana mengelola dan memberikan proteksi baik terutama ke masyarakat dengan akan terdampak apabila pengetatan mobilitas terjadi, ” jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]
(mij/mij)