Siap-siap! Kartu Prakerja Gelombang 11 Dibuka Akhir Bulan Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah berencana kembali membuka pendaftaran program Kartu  Prakerja gelombang 11 di akhir Oktober itu. Namun demikian, Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja akan menunggu keputusan dari Komite Cipta Kerja (KCK) terpaut penambahan gelombang tersebut.

“Keputusan menambah gelombang ada pada tangan Komite Cipta Kerja. Tadbir Pelaksana Kartu Prakerja siap menyelenggarakan keputusan KCK apabila memang tersedia penambahan gelombang (gelombang 11), ” ujar Head of Communications Prakerja, Louisa Tuhatu saat dikonfirmasi CNBC Nusantara, Minggu (18/10/2020).

Louisa menuturkan, sampai dengan saat ini ada sebanyak 344. 959 penerima Kartu Prakerja yang dicabut kedudukan kepesertaannya dari gelombang pertama datang delapan.


Untuk itu, dia menilai, tersedia kemungkinan pemerintah akan kembali membuka pendaftaran gelombang selanjutnya, hanya sekadar mengenai kuota yang tersedia akan ditetapkan KCK.

Selain itu, saat ini Manajemen Pengelola Kartu Prakerja masih melakukan pemantauan terhadap status kepesertaan gelombang 9 dan 10.

“Dari gelombang 1-8 kami telah melepaskan kepesertaan dari 344. 959 penerima Kartu Prakerja. Dananya telah ana kembalikan ke RKUN. KCK dengan akan memutuskan mau diapakan biaya tersebut, ” ujarnya lagi.

Sebelumnya, sinyal penambahan kuota Prakerja sempat mengemuka. Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja Rudy Salahuddin, pada Rabu (14/10/2020) membuktikan, pemerintah berpeluang membuka kembali pendaftaran Prakerja   gelombang 11 di akhir Oktober.

“Dalam periode dekat mungkin akan diumumkan apakah uang tersebut bisa dikembalikan teristimewa untuk membuka gelombang ke-11. Akan tetapi intinya kita terbuka dan jadi apabila kita diminta untuk menggelar gelombang ke-11, kita harus segera mengerjakan, tapi mungkin sebelum simpulan bulan Oktober ini kita kudu menyelenggarakan untuk pembukaan gelombang ke-11, ” jelas Rudy dalam video conference, Rabu (14/10/2020).

Sebagai informasi, program yang diinisasi pemerintah sejak April ini sudah memenuhi kuota yang ditargetkan tahun ini, yakni sebanyak 5, enam juta peserta dengan anggaran Rp 20 triliun.

Daripada jumlah tersebut, ada 5, 19 juta peserta yang sudah menetapkan pelatihan dan 4, 77 juta menyelesaikan kursus.

Nantinya, setiap peserta akan memperoleh manfaat senilai Rp 3, 55 juta yang terdiri dari bantuan tunai Rp 2, 4 juta yang dikirimkan secara bertahap selama 4 bulan dan Rp 1 juta berupa pelatihan secara daring.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)