Putin Jengkel ke Trump Gegara Biden, Kok Bisa?

Jakarta, CNBC Indonesia semrawut Presiden Rusia Vladimir Putin menyikapi komentar yang dilontarkan petahana Donald Trump dari Partai Republik kepada Joe Biden dari Partai Demokrat dalam debat calon presiden Amerika Serikat (AS) beberapa waktu berantakan.

Putin mengatakan kalau dia tidak melihat adanya kebiadaban dalam hubungan bisnis Hunter Biden, anak Joe Biden, di periode lalu dengan Ukraina atau Rusia. Ia tidak setuju dengan catatan Trump mengenai hal tersebut.


Dalam debat capres, Trump membina tuduhan bahwa Biden dan putranya Hunter terlibat dalam praktik tidak etis di Ukraina. Meskipun tuduhan ini tidak memiliki bukti dengan diverifikasi untuk mendukungnya, dan Biden juga sudah membantah tuduhan itu.

“Ya, di Ukraina dia (Hunter Biden) memiliki atau mungkin masih memiliki bisnis, beta tidak tahu. Itu bukan perkara kami. Ini menyangkut Amerika dan Ukraina, ” kata Putin dalam Minggu (25/10/2020), dikutip dari Reuters .

“Tapi ya dia punya setidaknya satu perusahaan, yang secara praktis dia pimpin, serta menilai dari semua yang dia hasilkan dengan baik. Saya tidak melihat ada yang kriminal tentang ini, setidaknya kita tidak terang apa-apa tentang ini (menjadi kriminal). ”

Dalam pandangan yang disiarkan di TV Negeri Rusia itu, Putin juga tampak ‘kurang ramah’ dengan Trump. Kira-kira analis melihat hal ini sebagai upaya untuk mencoba mendekati kubu Biden, dengan menjelaskan bahwa Trump memberikan tuduhan palsu.

Putin juga bereaksi saat ditanya soal komentar Trump tentang ikatan Putin dengan mantan walikota Moskow, serta dugaan pembayaran yang dilakukan kepada Hunter Biden oleh bekas walikota yang berstatus janda.

Putin mengatakan dia tak tahu apa-apa tentang adanya ikatan komersial antara Hunter dan wanita itu. Di sisi lain, Biden juga mengatakan tuduhan tentang putranya tidak benar.

Padahal sebelumnya, Putin sempat memuji Trump karena mengatakan dia menginginkan ikatan yang lebih baik dengan Moskow.

Badan intelijen GANDAR juga sempat menyimpulkan bahwa Rusia berusaha ikut campur dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 untuk mendukung Trump. Tapi tuduhan ini dibantah Moskow. Rusia juga menepis tuduhan badan intelijen AS membuktikan ikut campur dalam pemilu November nanti.

[Gambas:Video CNBC]
(sef/sef)