Peringati Setahun Sentuh Koreksi Terdalam, Dow Dibuka Minus

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka anjlok pada bagian awal perdagangan Selasa (23/3/2021), mengindikasikan masifnya aksi jual para investor untuk merealisasikan keuntungannya.

Indeks Dow Jones Industrial Average drop 93, 8 ipoin (-0, 3%) pada pukul 08: 30 waktu setempat (21: 30 WIB) dan 20 menit kemudian menjadi 116, 6 poin (-0, 36%) ke 32. 614, 58. S& P 500 surut 9, 4 poin (-0, 24%) ke 3. 931, dua dan Nasdaq tersungkur 50, 25 poin (-0, 38%) ke 13. 327, 29.

Saham yang tertekan di sesi pra-pembukaan di antaranya American Airlines dan United Airlines yang kompak menyampaikan 2%. Saham ViacomCBS juga anjlok, hingga 3%, menyusul kabar perseroan akan menjajakan lebih banyak saham.


Perdagangan hari ini menjelma penanda tepat setahun Wall Street tertekan akibat pandemi hingga menyentuh level terendahnya. Dalam 12 bulan, indeks S& P 500 dan Dow Jones melesat lebih dari 75% Nasdaq meninggi lebih dari 90%, tatkala Russell 2000 meroket 126%.

“Kini setahun dari kedudukan terendahnya dunia menjadi tempat yang sangat berbeda… rekan khawatir ini berarti kebijakan uang longgar, dukungan fiskal, dan suku bunga contoh akan berbalik normal, ” tutur Chris Larkin, Penasihat Pelaksana E-Trade Financial Ryan Detrick, sebagaimana dikutip CNBC International .

Konsensus Wall Street taat CNBC Market Strategist Survey berdasarkan proyeksi 15 perencana keuangan memperkirakan indeks S& P 500 bakal di level 4. 099 dalam akhir tahun ini, alias bangkit 4% dari posisi kemarin.

Apalagi, vaksinasi, stimulus moneter, dan fiskal terus berlaku sehingga menjadi penopang kuat pemulihan ekonomi. Dari sisi pandemi, pemerintah AS menyatakan kekhawatirannya bahwa AstraZeneca kemungkinan memasukkan hasil tes dengan kadaluwarsa untuk vaksinnya.

Pemerintah AS menargetkan vaksinasi ke 2, 5 juta warga per harinya. Namun, nilai kasus baru terus menyusun di 21 negara bagian karena varian yang bertambah mudah menular terus bermunculan sementara pemerintah mulai merelaksasi pembatasan sosial.

Dalam Senin Dow Jones bangkit 103 poin atau 0, 32% sementara S& P 500 naik 0, 7% dan Nasdaq melambung 1, 23%. Reli terjadi setelah imbal hasil ( yield ) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun melemah dari kondisi tertingginya 14 bulan (yakni 1, 7%) menjadi satu, 67%.

Pelaku pasar bahan memantau pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell dan Menteri Keuangan Janet Yellen yang mau muncul bersama di depan Komite Layanan Keuangan DPR AS. Keduanya akan membahas respons kebijakan untuk mengatasi pandemi.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(ags/ags)