Pemimpin Twitter Jack Dorsey Sanjung Setinggi Langit Bitcoin

Jakarta, CNBC Indonesia berantakan Pendiri Twitter dan Square Jack Dorset sangat optimistis dengan masa depan Bitcoin, uang kripto (cryptocurrency) terbesar dan terpopuler saat ini.

“Bitcoin benar-benar mengubah segalanya, ” sirih Dorsey dalam Konferensi Bitcoin 2021, seperti dikutip daripada CNBC International, Sabtu (5/6/2021). “Saya tidak berpikir tersedia hal yang lebih istimewa dalam hidup saya selain itu. ”

“Jika saya tidak berkecukupan di Square atau Twitter, saya akan mengerjakan Bitcoin. Jika [Bitcoin] membutuhkan lebih banyak bantuan daripada Square atau Twitter, saya akan meninggalkan mereka untuk Bitcoin, “ungkap Jack Dorsey. “Tapi, saya membenarkan kedua perusahaan memiliki karakter untuk dimainkan. ”


Menurut Jack Dorsey, Bitcoin berpotensi menciptakan infrastruktur keuangan baru dengan lebih inklusif dan menunjang komunitas yang kurang terlayani. Bitcoin juga dianggap jadi cara untuk melindungi masyarakat diberbagai dunia dari devaluasi mata uang dan memacu transfer dana lintas batas.

Keyakinan inilah yang memproduksi Jack Dorsey dan suami Beyonce, Jay-Z menciptakan simpanan jutaan dolar untuk pengembangan bitcoin lebih lanjut di Afrika dan India.

“Saya tidak berpikir ada sesuatu yang bertambah memungkinkan bagi orang-orang pada seluruh dunia [kecuali Bitcoin], ” kata Dorsey.

Jack Dorsey membenarkan bahwa bitcoin akan menjelma mata uang asli buat internet, katanya, dan “satu-satunya alasan Square terlibat dengan bitcoin adalah untuk haluan itu. ”

Pada Februari lalu perusahaan jasa keuangan Jack Dorsey, Square, mengumumkan telah berinvestasi US$170 juta di Bitcoin. Pada Oktober 2020, perusahaan itu juga memborong Bitcoin.

“Itulah mengapa kami tidak berurusan dengan ‘mata uang’ atau ‘koin’ lainnya karena kami sangat fokus untuk menjadikan Bitcoin sebagai mata uang asli untuk internet, ” kata pendahuluan Dorsey.

Sekalipun Jack Dorsey yakin secara Bitcoin, beberapa kritikus lestari skeptis dengan uang kripto itu. Bitcoin disebut sebagai investasi spekulatif, sangat bergejolak, dan berisiko yang bisa rentan terhadap penipuan.

[Gambas:Video CNBC]
(roy/roy)