Pamapersada Teken Perpanjangan Kontrak Senilai Rp 15 Triliun

PT Pamapersada Nusantara melakukan perpanjangan kontrak dengan JMB Group dengan estimasi total nilai kontrak Rp 15 triliun.

Perpanjangan kontrak ini dilakukan dengan PT Jembayan Muarabara, PT Arzara Baraindo Energitama, dan PT Kemilau Rindang Abadi untuk kata sepakat perpanjangan kontrak pertambangan selama 5 tahun, untuk kurun 2021 – 2025.

Sambungan kontrak ini akan memperkuat kerjasama jangka panjang antara Pamapersada dan JMB perserikatan yang telah terjalin semenjak 2006.

“Pamapersada — anak kongsi dari PT United Tractors Tbk (UNTR) — tetap berkomitmen menjaga hubungan usaha yang baik dengan para kliennya melalui perpanjangan janji maupun pengembangan proyek mutakhir untuk semakin memperkuat posisinya di industri pertambangan, ” tulis Manajemen Pamapersada dalam siaran resminya, Senin (08/03/2021).

Di dalam grup UNTR, PT Pamapersada Nusantara mewujudkan lini bisnis kontraktor pertambangan yang bertugas melakukan pemindahan/ pengupasan tanah (overburden removal) dan ekstraksi/produksi batu panas bagi pemilik tambang. Produksi batu bara Pamapersada pada tahun 2020 mencapai 114, 6 juta ton, mendarat dibandingkan 131, 2 juta ton pada tahun 2019; sedangkan pekerjaan overburden removal mencapai 825 juta bank cubic meter (bcm) atau turun dari sebelumnya 988, 9 juta bcm di tahun 2019. Penurunan tersebut disebabkan oleh harga produk batu bara yang cenderung lemah pada tahun lalu.

Selain peran Pamapersada sebagai kontraktor tambang, perkumpulan UNTR juga memiliki sebesar konsesi tambang batu panas yang dinaungi oleh PT Tuah Turangga Agung, & konsesi tambang emas dengan dinaungi oleh PT Agincourt Resources. Pada tahun 2020, UNTR mencatatkan kenaikan bagian penjualan batu bara sejumlah 9, 31% menjadi 9, 25 juta ton, sejak 8, 46 juta ton pada 2019. Adapun bagian penjualan emas UNTR dalam 2020 adalah sebesar 319. 700 gold equivalent ounces (GEO), atau turun 21, 96% dari 409. 700 GEO pada 2019.

(adv/adv)