OJK Rilis Panduan Bank Digital di Q3-2021, Ini Bocorannya

Jakarta, CNBC Indonesia –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana meluncurkan cetak biru transformasi digital dengan di dalamnya berisi pedoman mengenai bank digital pada Indonesia.

Petunjuk itu nantinya akan menjelma acuan yang lebih positif mengenai digitalisasi perbankan di tanah air yang meliputi berbagai aspek seperti kecendekiaan tata kelola data, tata kelola teknologi informasi, tadbir risiko, kolaborasi lembaga keuangan dan nonlembaga keuangan mengikuti arahan tatanan institusi yang mendukung transformasi digital.

Kepala Eksekutif Pengelola Perbankan OJK Heru Kristiyana mengungkapkan, penggunaan teknologi bahan secara masif, termasuk di sektor jasa keuangan, berisiko menghadapi serangan siber apalagi risiko pencurian data konsumen. Sehingga, OJK perlu menganjurkan rambu-rambu yang tegas dengan jalan apa bank digital diatur di Indonesia.

“Bank perlu memperhatikan potensi efek yang demikian, ” kata pendahuluan Heru, dalam virtual seminar bertajuk Menjadikan Industri Jasa Keuangan Adaptif dan Antisipatif yang diselenggarakan oleh Institusi Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) pada, Senin (30/8/2021).

Heru menambahkan, cetak biru transformasi digital tersebut diharapkan mau diterbitkan dalam waktu dekat. Sebagai regulator, dalam menyusun panduan tersebut, OJK telah mengantisipasi risiko dari penerapan teknologi canggih seperti kepintaran buatan (AI), sehingga bank perlu berhati-hati dalam implementasinya.

“Saya harap di kuartal III itu kita sudah mempunyai dasar seperti itu, ” ujarnya.

Tak hanya daripada sisi aspek keamanan, pedoman itu juga mencakup sejumlah aspek lainnya.

“Bagaimana mengatur data, bank meng-outsourcing-kan datanya, bank menyusun digital leader , digital talent , bank kita berikan panduan termasuk bank membuat rambu-rambu cyber security , ” tandasnya.



[Gambas:Video CNBC]
(miq/miq)