OJK Gandeng Undip Luncurkan Rencana Magister Manajemen Risiko

Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Universitas Diponegoro sepakat melakukan kerja sama di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia di zona jasa keuangan melalui pembentukan Konsentrasi Manajemen Risiko dalam Program Studi Magister Tadbir, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), di Universitas Diponegoro (Undip).

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Rektor Undip Yos Johan Sari di Gedung Kewirausahaan, FEB Undip, Semarang, Jumat.

Dalam sambutannya, Wimboh menyampaikan kerja sama perluasan Sumber Daya Manusia benar penting bagi OJK dan Undip guna mendukung penambahan kualitas pegawai di OJK dan industri jasa keuangan.


“Penting bagi OJK untuk langsung meningkatkan kualitas SDM sepakat dengan perkembangan di industri jasa keuangan. Penerapan tadbir risiko merupakan kunci istimewa dalam mengatur dan memperhatikan sektor jasa keuangan, ” kata Wimboh  mengutip masukan tertulisnya, Jumat (3/9/2021).

Selain itu, pembukaan konsentrasi Manajemen Risiko ini diperlukan buat memperkuat kualitas SDM pabrik jasa keuangan menghadapi semangat dan tantangan ke depan yang semakin kompleks terutama aspek manajemen risiko. Konsentrasi Manajemen Risiko ini adalah yang pertama dibuka dalam Indonesia.

Kerja sama OJK dengan Undip juga dilakukan dalam mengangkat Tri Dharma Perguruan Agung yang berperan dalam pelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Wimboh Santoso selain sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK juga menjabat sebagai anggota Majelis Wali Ajaran Undip.

Program pendidikan setingkat pascasarjana ataupun magister manajemen dengan pemfokusan Manajemen Risiko di Undip ini akan dimulai di tahun ajaran 2021 sebagai bentuk program pengembangan SDM, dimana OJK memberikan beasiswa kepada pegawainya yang mendaftarkan Program Magister Manajemen porakporanda Konsentrasi Manajemen Risiko dalam FEB Undip.

Seluruh mata kuliah wajib yang ditawarkan telah disesuaikan dengan berfokus pada dunia manajemen risiko, khususnya dalam industri jasa keuangan. Para-para pengajar terdiri dari akademisi dan praktisi profesional dan tersertifikasi, baik dari Undip, OJK Institute, serta para-para pakar di industri pertolongan keuangan. Secara periodik, dosen tamu yang berlatar perempuan praktisi akan diundang buat melengkapi pemahaman mahasiswa akan seluk-beluk risiko industri kebaikan keuangan.

Untuk memperoleh gelar Magister Manajemen dengan Konsentrasi Manajemen Risiko, mahasiswa diharuskan menempuh total 42 SKS. Selain tersebut sebagai syarat kelulusan, mahasiswa menyusun tesis dengan inti besar Manajemen Risiko, yang dapat ditempuh dengan mengadopsi metode riset kuantitatif, kualitatif atau metode campuran.

Ke depan, Program Konsentrasi Manajemen Risiko itu akan dikembangkan dan mampu diikuti oleh mahasiswa anyar atau pegawai dari pabrik jasa keuangan.

[Gambas:Video CNBC]
(yun/yun)