Nilai Batu Bara Sudah di Atas US$ 206/Ton, Rekor? Tentu Saja!

Jakarta, CNBC Nusantara – Tidak ada matinya, begitulah harga batu bara. Hari menetapkan hari, rekor baru langsung tercipta seakan tanpa henti.

Kemarin, kehormatan batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) terekam US$ 206, 25/ton. Melesat 1, 63% sekaligus menjadi rekor tertinggi setidaknya semenjak 2008.


Harga batu bara pantas menjalani tren bullish . Bayangkan, di dalam sebulan terakhir harga membubung 22, 56% secara point-to-point . Sejak akhir ( year-to-date ), kenaikannya menyentuh 160, 87%. Batu bara menjadi salah satu produk dengan kenaikan harga sempurna tahun ini.

Harga udara yang semakin mahal mengikuti mengatrol harga batu tidak keruan. Dalam sepekan terakhir, nilai gas alam di Henry Hub (Oklahoma) melonjak 21, 66%. Secara year-to-date , harga naik 130, 25%.

Harga gas yang semakin mahal membuat biaya perangsangan listrik dengan bahan bakar ini kian tidak hati-hati. Di Eropa, biaya pembangkitan listrik dengan gas dunia adalah EUR 75, 725/MWh pada 28 September 2021. Dengan batu bara, harganya hanya EUR 50, 53/MWh. Ini membuat batu tidak keruan kembali menjadi primadona, bahkan di Eropa yang menjunjung tinggi isu ramah lingkungan.

“Menurut kupasan kami, pembangkitan listrik dengan batu bara di Eropa naik hingga ke mendekati titik puncak. Kenaikan makna gas akan semakin membakar pertumbuhan harga batu tidak keruan, seiring konsumsi yang semakin bertambah, ” sebut Toby Hassall, Analis Refinitiv, dalam risetnya.

TIM RISET CNBC  INDONESIA

(aji/aji)