MI Sinarmas Kembalikan Rp 77 M, Kejagung Tunggu 12 MI Yang lain

Jakarta, CNBC Indonesia kepala Manajemen PT Sinarmas Asset Management (SAM) mengembalikan dana kelolaan sebesar Rp 74 miliar kepada negara, yang merupakan sisa investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan membatalkan dana management fee Rp 3 miliar dengan menggunakan dana korporasi sendiri.

Manajer investasi (MI) milik Grup Sinarmas tersebut mengembalikan dana tersebut kepada negara guna membantu mengurangi kerugian Jiwasraya. Dimana dari perhitungan Kejaksaan Besar (Kejagung) ada kerugian yang menyentuh Rp 12 triliun dalam kabut skandal Jiwasraya.  

Dalam keterangan tertulis, Kuasa asas SAM, Hotman Paris Hutapea, mengucapkan inisiatif itu dilakukan pada 9 Maret 2020 yang lalu.


Dia mengatakan manajemen SAM selaku lembaga keuangan yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Bantuan Keuangan (OJK) akan mengikuti seluruh proses hukum yang tengah dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung) maupun lembaga atau instansi pemerintah lainnya.

SAM merupakan  salah bagian bisnis Sinar Mas Financial Services mengedepankan pelayanan terbaik kepada para-para nasabah yang berinvestasi maupun berencana berinvestasi melalui SAM.

“Sinar Mas Asset Management selalu mengedepankan regulasi dan mengikuti ketentuan hukum dengan mengambil inisiatif secara sukarela mengembalikan dana management fee yang telah diterima oleh SAM selaku MI dari Jiwasraya sebesar Rp 3 miliar, dan dengan menggunakan dana korporasi sendiri, SAM juga berkomitmen mengembalikan dana kelolaan sebesar Rp 74 miliar pada negara, ” ujarnya, dalam informasi resmi, Selasa (7/7/2020).

Foto: Barang Bukti Pengembalian Kerugian Keuangan Negara dari Manajer Investasi PT. Sinarmas Asset Management di Kejaksaan Gede RI, Jakarta, Selasa (7/7). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Barang Bukti Pengembalian Kerugian Keuangan Negeri dari Manajer Investasi PT. Sinarmas Asset Management di Kejaksaan Gede RI, Jakarta, Selasa (7/7). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Dia mengatakan, di awalnya dana kelolaan, Asuransi Jiwasraya adalah Rp 100 miliar, yang kemudian telah ditarik oleh Jiwasraya sebesar Rp 23 Miliar.

Selanjutnya sisa Rp 77 miliar telah dikenakan pemblokiran serta sita oleh pihak Kejaksaan Mulia, sehingga sampai saat ini SAM tidak menyimpan atau menguasai teristimewa dana kelolaan saham yang dibeli Jiwasraya.

Hotman Paris menyampaikan bahwa sejak awal tadbir SAM selalu berusaha berkomunikasi secara manajemen Jiwasraya untuk segera menarik kembali sisa dana kelolaan yang ada di SAM, namun tidak mendapatkan respon memadai, hingga akhirnya abu dana kelolaan tersebut di membekukan oleh pihak Kejaksaan Agung.

Respons nyata dan kooperatif SAM dalam pengkajian, mendapatkan apresiasi dari pihak Kejaksaan Agung.

“Kami mengirimkan apresiasi kami kepada manajemen SAM yang telah sangat kooperatif mengangkat kami dalam penyelidikan kasus terkaan korupsi Jiwasraya”, ujar Febrie Adriansyah, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Luhur (Jampidsus Kejagung), dalam keterangannya.

SAM merupakan salah utama tersangka korporasi yang ditetapkan Kejagung dalam kasus Jiwasraya bersama dengan 12 MI lainnya.  

Adapun 13 perusahaan PERUSAK yang menjadi tersangka korporasi urusan Jiwasraya yakni:

  1. DMI (PT Danawibawa Manajemen Investasi atau Pan Arkadia Capital)
  2. OMI (PT OSO Tadbir Investasi)
  3. PPI (PT Pinnacle Persada Investasi)
  4. MD (PT Milenium Danatama)
  5. PAM (PT Prospera Aset Manajemen)
  6. MNCAM (PT MNC Aset Manajemen)
  7. MAM (PT Maybank Aset Manajemen)
  8. GC (PT JURANG Capital)
  9. JCAM (PT Jasa Capital Aset Manajemen)
  10. PA (PT Pool Advista)
  11. CC (PT Corfina Capital)
  12. TII (PT Trizervan Investama Indonesia)
  13. SAM (PT Sinarmas Aset Manajemen)

Kejaksaan Terkenal (Kejagung) menyatakan masih menunggu respons dari 12 perusahaan manajemen investasi (MI) yang menjadi tersangka terkaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang belum memberikan tindaklanjut terkait dengan dana investasi asuransi BUMN tersebut.

Hingga Selasa (7/7/2020), pihak Kejagung masih menunggui apa pun inisiatif yang mau dilakukan oleh 12 perusahaan PERUSAK tersebut.

Kejagung melahirkan dari kasus skandal Jiwasraya ini, ada 13 perusahaan MI dengan menjadi tersangka karena dianggap mengikuti merugikan negara sekitar Rp 12 triliun.

Jaksa Agung Muda Tindak Kejahatan Umum, Ali Mukartoni mengatakan lantaran 13 perusahaan MI tersebut diketahui jumlah investasinya berbeda-beda.

Khusus Sinarmas Asset Mangement, kongsi telah mengembalikan Rp 3 Miliar pada 9 Maret lalu serta berkomitmen mengembalikan dana kelolaan Rp 74 miliar kepada negara.

“Kerugian negara ada 12 triliun rupiah sekian dan di setiap MI macam-macam jumlahnya, dan ketika disebut tersangka waktu lalu ada respons dari yang bersangkutan [SAM] sesuai peran tempat, ” ujar Ali dalam konvensi pers di Gedung Sasana Pradana, Kejagung RI, Selasa, (7/7/2020).

Saksikan video terkait di bawah itu:

(hps/hps)