Mengenal BCL, Senjata Baru Jokowi Lawan Corona

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemetaan kasus positif Covid-19 di Nusantara terbilang kompleks. Dengan penyebaran virus di 34 provinsi, maka pendeteksian harus disempurnakan secara matang.

Demi mengidentifikasi kelanjutan Covid-19 di setiap daerah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan suatu sistem navigasi bernama Bersatu Lawan Covid (BLC).


Dalam konferensi pers di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jokowi mengemukakan bahwa bentuk ini dapat menentukan suatu zonasi tingkat penularan Covid-19 di sejumlah daerah.

“Dengan sistem ini bisa kita tahu berapa kabupaten, kota, berapa daerah yang berubah statusnya dari muda menjadi kuning, hijau menjadi oranye, dan hijau ke merah, ataupun sebaliknya, ” kata Jokowi depan pekan ini.

Melalui sistem informasi dan terintegrasi tersebut, pemerintah menegaskan kini sudah memiliki data-data konkret sebelum melahirkan kebijakan. Data-data itu, akan digunakan sebagai senjata pemerintah dalam memerangi Covid-19.

“Tadi sudah dijelaskan data yang kita miliki sangat komplit dan sejak data-data itulah kita memutuskan kebijakan-kebijakan sebuah daerah yang ingin meresap ke new normal juga meniti tahapan data yang kita lihat, ” ujar Jokowi.

“Pra kondisinya seperti apa, kemudian setelah prakondisi, timingnya kapan, kemudian juga prioritasnya di sektor apa, semuanya berdasarkan data yang kita miliki, ” lanjutnya.

Secara memiliki data-data tersebut, Jokowi optimistis setiap kebijakan yang dikeluarkan mampu efektif. Namun, eks Gubernur DKI Jakarta itu menggarisbawahi bahwa risiko Covid-19 sampai saat ini sedang nyata.

“Saya ingin mengulang lagi, Indonesia merupakan bangsa yang besar dan hebat. Dengan gotong royong, dengan kekompakan, dan solidaritas antar masyarakat sebagai modal utama, bersama kita saling menjaga, bersatu kita bisa” prawacana Jokowi.

Indonesia kini menduduki peringkat ke-29 dengan kasus terjangkit terbanyak di dunia. Menurut data Worldometers per Sabtu (27/6/2020), Indonesia memiliki 51. 427 peristiwa terjangkit, 2. 683 kasus maut, dan 21. 333 pasien lulus sembuh.

Dengan jumlah tersebut, Indonesia juga menduduki peringkat pertama di wilayah ASEAN, mengalahkan Singapura yang hanya mempunyai 42 ribu kasus terjangkit.

Saksikan video terkait di bawah tersebut:

(sef/sef)