Mendapati! Ini Syarat Dapat Kuota Internet Gratis dari Mas Nadiem

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mulai membagikan kuota internet gratis bersekolah online mulai hari ini. Beserta persyaratan untuk mendapatkan kuota internet ini.

Menurut Carik Jenderal Kemendikbud Ainun Na’im, untuk dapat menerima bantuan kuota internet, sekolah harus memiliki Nomor Penting Sekolah Nasional (NPSN) dan terdaftar di aplikasi Data Pokok Pelajaran (Dapokdik).

Setelahnya, operator satuan pendidikan memastikan diri telah terdaftar di Jaringan Pengelolaan Petunjuk Pendidikan dan Kebudayaan dan menginput data nomor ponsel guru & dosen serta siswa dan siswi di aplikasi Dapodik.


“Sedangkan di jenjang pendidikan mulia, perguruan tinggi wajib terdaftar pada aplikasi PDDikti dan pengelola PDDikti perguruan tinggi menginput data nomor ponsel mahasiswa dan dosen ke penggunaan PDDikti, ” ujar Ainun Na’im di Jakarta, seperti dikutip Selasa (22/9/2020).

Selanjutnya, Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbud mengumpulkan data cetakan ponsel pendidik dan peserta asuh dari aplikasi Dapodik dan PDDikti. Operator seluler bekerja bersama Was-was Data dan Teknologi Informasi untuk mengecek apakah nomor-nomor ponsel tersebut statusnya aktif.

“Sebagai salah satu mekanisme untuk memastikan kesahan data, pemimpin satuan pendidikan menetapkan menerbitkan Surat Pernyataan Tanggung Berat Mutlak (SPTJM) yang menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas bukti data nomor ponsel yang terinput, ” tutur Ainun.

Berdasarkan petunjuk teknis, peserta asuh PAUD akan mendapatkan kuota internet 20 GB per bulan, peserta didik jenjang SD, SMP, serta SMA akan mendapat 35 GB, dan guru PAUD hingga SMA akan dapat 42 GB. Mengenai dosen dan mahasiswa akan bisa kuota internet gratis 50 GB.

Kuota internet ini akan diberikan setiap bulan had Desember 2020. Bantuan kuota bahan internet untuk bulan pertama & kedua memiliki masa berlaku masing-masing 30 hari terhitung sejak catu data internet diterima oleh cetakan ponsel pendidik dan peserta didik.

Sedangkan bantuan catu data internet untuk bulan ketiga dan keempat yang dikirim dengan bersamaan di bulan November hendak berlaku selama 75 hari terbatas sejak kuota data internet diterima oleh nomor ponsel pendidik dan peserta didik.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengabulkan pengawasan memantau pelaksanaan pengadaan sandaran kuota data internet. Apabila ada indikasi penyimpangan, masyarakat dapat melaporkannya kepada Kemendikbud, ” pesan Ainun.

[Gambas:Video CNBC]
(roy/miq)