Mayday! Harga Emas Ambrol 4, 3% ke US$ 1. 939/troy ons

Jakarta, CNBC  Nusantara –  Harga emas dunia menukik tajam pada perdagangan Selasa (11/8/2020) akibat aksi ambil mujur ( profit taking ) masif merespon tanda-tanda bangkitnya perekonomian Amerika Serikat (AS). Profit taking semakin menggila setelah Rusia mencanangkan telah menemukan vaksin virus corona.

Melansir data Refinitiv, pada pukul 20: 11 WIB harga emas hari ini runtuh 4, 3% ke US$ 1. 939, 37/troy ons di rekan spot . Level tersebut merupakan yang terendah sejak 30 Juli. Jika dilihat sebab rekor tertinggi sepanjang masa US$ 2. 072, 49/troy ons logam mulia ini merosot 6, 42%.

Rekor tertinggi itu dicapai pada hari Jumat pekan lalu, tetapi di hari itu penurunan emas dimulai. Penyebabnya keterangan tenaga kerja AS yang rapi.


Bagian Tenaga Kerja AS hari ini melaporkan tingkat pengangguran di bulan Juli turun tajam menjadi 10, 2% dari sebelumnya 11, 1%. Selain itu, sepanjang bulan semrawut, perekonomian AS kembali menyerap tenaga kerja di luar sektor pertanian, yang dikenal dengan istilah non-farm payrolls , sebesar 1, 763 juta orang, lebih banyak ketimbang prediksi di Forex Factory sebesar 1, 53 juta.

Data-data tersebut membuktikan perekonomian AS mulai bangkit setelah nyungsep hingga mengalami resesi di kuartal II-2020 lalu.

Tidak hanya itu, sama gaji per jam juga merasai kenaikan 0, 2% di kamar Juli setelah menurun dalam dua bulan beruntun. Kembali naiknya rata-rata gaji berpeluang meningkatkan belanja konsumen atau belanja rumah tangga dengan merupakan tulang punggung perekonomian AS. Belanja rumah tangga berkontribusi sekitar 70% terhadap produk domestic bruto (PDB) AS.

Selain itu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani empat titah eksekutif pada Sabtu (8/8/2020) periode setempat atau Minggu (9/8/2020) WIB. Salah satu dari empat komando eksekutif itu berisi bantuan tepat kepada pengangguran senilai US$ 400 per pekan.

Sandaran senilai US$ 400 per pasar tersebut tentunya akan meningkatkan daya beli warga AS, yang lagi-lagi berpotensi memberikan dampak signifikan ke PDB.

Membaiknya rekan tenaga kerja serta kebijakan tumpuan langsung dari Trump membuat jalan perekonomian AS akan segara hidup, daya tarik emas sebagai aktiva aman ( safe haven ) menjadi luntur sehingga memicu aksi laba taking.  

Aksi profit taking kian naik setelah media lokal Rusia memberitakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa pemerintahannya telah memberi persetujuan vaksin virus corona dengan pertama di dunia.

Pengumuman tersebut membuat bursa bagian Eropa hingga Amerika Serikat menguat tajam, harga emas pun langsung merosot.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(pap/pap)