Makna Minyak Dunia Lagi Oke nih, Semua Gegara OPEC+

Jakarta, CNBC Indonesia –  Harga komoditas minyak mentah merasai kenaikan pada perdagangan hari itu, Rabu (3/2/2021). Hal ini terjadi karena pasar merespons positif kebijaksanaan pemangkasan produksi oleh negara-negara eksportir minyak dan koleganya (OPEC+).

Harga kontrak futures   (berjangka) patra mentah Brent naik 0, 4% ke US$ 57, 69/barel. Untuk kontrak West Texas Intermediate (WTI) harganya naik 0, 38% ke US$ 54, 97/barel.


Pasar dibuai dengan asesmen  yang dilakukan oleh OPEC+. Menurut para kartel tersebut persediaan minyak bakal turun di kolong rata-rata lima tahunnya pada Juni. Hal ini menjadi cermin bahwa para produsen berhasil mengembalikan harmoni minyak di pasar.

Melansir Reuters, OPEC+ memperkirakan penurunan produksi akan tetap membuat rekan dalam defisit sepanjang tahun tersebut, meskipun ada revisi prospek kemajuan permintaan.  

Buatan minyak mentah OPEC mengalami penambahan di bulan Januari. Mengacu di dalam survei Reuters, output OPEC di kamar pertama tahun 2021 tercatat menyentuh 25, 75 juta barel bola lampu hari (bph) atau naik 160. 000 bph dari Desember.

Produksi Rusia meningkat pada bulan Januari tetapi sejalan dengan kesepakatan pengurangan buatan. Sementara untuk Kazakhstan, volume output minyak justru turun. Kedua negeri tersebut adalah anggota kelompok OPEC+ yang terikat pada pakta kemerosotan produksi minyak.

Buatan kondensat minyak dan gas Rusia naik 120. 000 bph menjelma 10, 16 juta bph dalam Januari dari Desember. Kazakhstan memotong produksi minyaknya sebesar 2% dalam Januari dari bulan sebelumnya sebab pemadaman listrik.

Bertambah lanjut, sentimen yang mendukung pasar adalah data industri yang menunjukkan persediaan minyak mentah dan minyak bumi AS turun secara tak terduga. American Petroleum Institute (API) mengadukan persediaan minyak mentah AS turun 4, 3 juta barel di sepekan hingga 29 Januari.

Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan ekspektasi analis dalam survei Reuters yang memperkirakan bakal tersedia kenaikan sebesar 446. 000 barel.  

Sementara tersebut stok bensin turun 240. 000 barel dan berbanding terbalik secara ekspektasi analis untuk kenaikan 1, 1 juta barel. Pelaku pasar kini menunggu rilis data resmi pemerintah yang akan dilaporkan oleh Badan Informasi Energi (EIA) GANDAR.

Dalam survei yang digelar Reuters pada Desember 2020, 39 ekonom dan analis dengan menjadi responden memperkirakan rata-rata makna minyak jenis brent tahun itu sebesar US$ 50, 67/barel. Terbang dibandingkan angka perkiraan bulan sebelumnya yaitu US$ 49, 35/barel.

Sedangkan rata-rata harga minyak jenis light sweet sepanjang 2021 diperkirakan US$ 47, 45/barel. Lebih tinggi ketimbang survei sebulan sebelumnya yang memperkirakan di US$ 46, 4/barel.

TIM RISET CNBC NUSANTARA

[Gambas:Video CNBC]
(twg/twg)