Luhut Ingin Rumah Sakit dan Sinse Asing Ramai-ramai Masuk RI

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan memerintahkan BKPM yang dikepalai oleh Bahlil Lahadalia mendatangkan rumah sakit asing ke Indonesia.

Permintaan Luhut diiringi dengan rencana negeri untuk memperbolehkan dan mengizinkan sinse asing lebih banyak di Nusantara.

Atas dasar barang apa?

“Beberapa waktu dengan lalu saya diberitahu soal analisa dari PwC di tahun 2015 yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara asal wisatawan medis secara jumlah 600. 000 orang, terbesar di dunia mengalahkan Amerika Serikat dengan 500. 000 orang wisatawan medis di tahun yang pas. Melihat potensi ini, saya bersama jajaran K/L terkait hari itu berkoordinasi tentang rencana pengembangan wisata medis di Indonesia, ” membentangkan Luhut.

Dikutip sebab Sosial Media Instagramnya, Luhut mengutarakan rencana ini dikaji karena berbagai pertimbangan, di antaranya adalah bahan bahwa rata-rata pengeluaran wisatawan medis sebesar US$ 3, 000 porakporanda 10, 000 per orang.

Foto: Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Dok. Kemenko Marves)

“Sementara masyarakat kita lebih senang berobat ke Penang dan Singapura karena merasa layanan kesehatannya terbatas murah dan lebih cepat segar, ” jelas Luhut.

“Tetapi ada satu pengalaman dengan saya dengar tentang seorang tabib mata bahwa banyak pasien dengan biasa berobat ke Singapura sekarang berobat ke Indonesia karena mereka kurang nyaman dengan adanya karantina. ”

“Melihat fakta-fakta itu, saya kira perlu kita bangun “trust” guna menumbuhkan menikmati percaya wisatawan medis ke Indonesia. ”

Menurut Luhut, lewat wisata medis ini nantinya pemerintah ingin Indonesia melakukan diversifikasi ekonomi, menarik investasi luar negeri, penyediaan lapangan pekerjaan, pembangunan pabrik layanan kesehatan di Indonesia, dan menahan laju layanan kesehatan dan devisa kita agar tidak mengalir ke negara-negara yang lebih tenteram.

“Untuk mendukung pabrik wisata medis ini, saya menemui perlu adanya dukungan dari pemerintah melalui promosi masif serta fasilitas-fasilitas penunjang lainnya, seperti membangun panti sakit berstandar internasional seperti John Hopkins di Amerika Serikat. ”

“Karena itu kami meminta BKPM untuk mencari investor potensial guna membangun rumah melempem berkelas internasional di Jakarta, Bali, dan Medan. Kita juga bakal pertimbangkan ijin untuk dokter ganjil, untuk spesialis tertentu namun kudu sesuai kebutuhan. ”

“Saya berharap momentum krisis pandemi ini bisa serius kita manfaatkan untuk membenahi infrastruktur, fasilitas penyangga, serta regulasi layanan kesehatan dalam Indonesia agar bisa lebih molek lagi dengan menciptakan perencanaan dengan bagus dan terpadu untuk industri wisata medis dalam negeri. ”



[Gambas:Video CNBC]
(dru)