LPS Bicara Skema Suntikan Modal Kalau Bank BUMN Gagal Bayar

Jakarta, CNBC Indonesia berantakan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Halim Alamsyah, bicara soal skema penyelamatan bank berkategori sistemik. Terutama bank BUMN yang saat ini menyambut dana ‘titipan’ pemerintah Rp 30 triliun dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Hal ini tertuang dalam Perppu Cetakan 1 Tahun 2020 yang sudah disahkan DPR menjadi UU dua Tahun 2020 tentang Penetapan Perppu 1 Tahun 2020 menjadi UNDANG-UNDANG.

“Dalam konteks tersebut sesuai dengan UU nomor dua Tahun 2020 dan UU PPKSK, kami kemukakan untuk bank sistemik tidak adopsi likuidasi. Sehingga andaikata bank peserta PEN gagal memikirkan skala dan peran besar oleh karena itu penanganan dengan melakukan penanaman pangkal sementara. ”

“Dengan demikian tidak ada unsur terjadinya kerugian uang negara yang ditempatkan di bank tersebut, ” papar Halim di Komisi XI DPR, Senin (29/6/2020).

Taat Halim, LPS telah melakukan sikap mitigasi untuk mencegah terjadinya bank gagal berdampak sistemik. Di antaranya dengan melakukan pemeriksaan langsung bersama OJK.

“Kondisi bank dicek dan diperkirakan bagaimana mengerjakan bank tersebut dan apabila nantinya terjadi bank gagal, ” rata Halim.

LPS pun, sambung Halim siap menerbitkan Tulisan Utang dan bisa me-repo obligasi yang dimiliki untuk dukungan finansial penyelamatan bank. Namun sesuai UU perlu dicatat, LPS hanya mengikhtiarkan masalah solvabilitas bukan likuiditas.

“LPS tugasnya terakhir. Dalam likuiditas ada BI dan OJK sebagai pengawas, ” terangnya.


Saksikan video terkait di bawah ini:

(dru)