Lockdown Dikhawatirkan Kian Marak, Wall Street Dibuka Merah

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa bagian Amerika Serikat (AS) dibuka terpelanting ke zona merah pada perdagangan Kamis (19/11/2020), menyusul data pengangguran yang buruk di tengah kenaikan kasus Covid-19.

Indeks Dow Jones Industrial Average drop 99, 5 pokok (-0, 3%) pukul 08: 30 waktu setempat (21: 30 WIB) dan 25 menit kemudian menipis menjadi 9, 8 poin (-0, 03%) ke 29. 428, 63 sedangkan indeks S& P 500 drop 1, 5 poin (-0, 04%) ke 3. 566, 32. Namun, Nasdaq naik 25, 5 poin (+0, 22%) ke 11. 827, 12 setelah sempat  dibuka merah.

Indeks saham sektor utilitas dan keuangan menjadi yang berkinerja terburuk dengan anjlok masing-masing sebesar 0, 9% dan 0, 8%.


Jika berlanjut hingga penutupan, koreksi ini bakal memperpanjang perjalanan Wall Street d jalur merah setelah kemarin indeks Dow Jones anjlok 345 poin, atau -1, 2%, di penutupan. Indeks S& P 500 drop 1, 2%, sedangkan Nasdaq terhunjam 0, 8%.

Kabar positif Pfizer seolah tak berarti. Sebelumnya, perusahaan farmasi AS ini mengumumkan bahwa analisis final menunjukkan bahwa vaksinnya mempunyai tingkat efektivitas 95% dan perseroan berencana mengajukan izin edar kaum hari ke depan.

Laporan riset AstraZeneca dan University of Oxford hari ini juga menunjukkan bahwa vaksin corona besutan mereka masih damai dan memicu antibodi di awak orang dewasa. Namun, studi dengan dipublikasikan di jurnal The Lancet itu gagal mendorong sentimen pasar.

Laporan CNBC Analysis menyebutkan bahwa AS mengagendakan rerata harian infeksi baru Covid-19 pada Rabu kembali mencetak rekor tertinggi baru menjadi 161. 165, atau melesat 26% dalam sepekan.

“Kabar buruk Covid terkait kemajuan karantina wilayah [terutama di New York dan Los Angeles] mulai menutup optimisme vaksin, & itu memperberat saham, ” kata Tom Essaye, pendiri The Seven Report, sebagaimana dikutip CNBC International .

Saat ini, tinggi dia, ada risiko restriksi ekonomi terbesar sejak musim panas, jadi bakal menekan perekonomian dan kinerja emiten. Sebanyak 11, 5 juta warga AS terkonfirmasi positif, sehingga mendorong kebijakan pengetatan aktivitas ekonomi dan sosial di beberapa wilayah.

Dalam Rabu, Walikota New York Bill de Blasio mengumumkan penutupan madrasah negeri digantikan dengan belajar-dari-rumah jadi upaya untuk menekan penyebaran virus corona jelang musim dingin. Kebijakan ini bakal diikuti pemerintah negara bagian yang lain.

Sentimen buruk selalu datang dari Departemen Tenaga Kerja AS yang melaporkan bahwa tersedia 742. 000 warga AS dengan mengajukan klaim tunjangan pengangguran seminggu lalu, atau lebih buruk sebab konsensus analis dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka 710. 000.

TIM RISET CNBC NUSANTARA

[Gambas:Video CNBC]
(ags/ags)