Kasus Tekstil Impor, 7 Pejabat Dana Cukai Diperiksa Kejagung

Jakarta, CNBC Indonesia –   Tujuh pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diperiksa penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung).

Para pejabat tersebut diperiksa terpaut dugaan korupsi serta menyalahgunakan kewenangan dalam importasi tekstil dalam kewenangannya sebagai pejabat di Ditjen Dana dan Cukai tahun 2018-2020.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono menerangkan bahwa penyidikan berdasar Surat Arahan Penyidikan Nomor: Print-22/F. 2/Fd, 2/04/2020 yang dikeluarkan pada Senin agenda 27 April 2020 lalu.


“Sejak hari Senin, 4 Mei 2020 telah mulai mengabulkan pemeriksaan saksi dalam perkara tersebut, ” kata Hari dalam fakta tertulisnya, hari ini, Rabu (6/5/2020).

Penyidik memeriksa perut orang pejabat dari Dirjen Dana dan Cukai yaitu:

  • Kepala Sub Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) pada Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Dirjen Bea dan Cukai )
  • Kepala Bidang P2 Dewan Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tanjung Priok).

Pemeriksaan hari ini ialah kali ketiga secara berturut-turut. Kemarin, ada satu orang yang diperiksa sebagai saksi. Pada hari Selasa, 5 Mei 2020 telah diperiksa Diirektur P2 pada Direktorat P2 Dirjen Bea dan Cukai Departemen Keuangan RI.

Di hari pertama atau Senin 04 Mei 2020, yang diperiksa ada empat orang saksi, yaitu:

  • Kepala Sub Direktorat Intelijen pada Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Dirjen Imbalan dan Cukai Kementerian Keuangan RI)
  • Pelaksana P2 dalam KPU Bea dan Cukai Semenanjung Priok)
  • Pelaksana P2 pada KPU Bea dan Bea Tanjung Priok)
  • Besar Bidang P2 KPU Bea dan Cukai Tanjung Priuk)

“Pemeriksaan para saksi itu dilakukan guna mencari serta menggalang bukti yang dengan bukti tersebut membuat terang tentang tindak kejahatan yang terjadi dan guna menjumpai tersangkanya, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam pasal 1 angka 2 KUHAP, ” ungkap Hari.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)