Kapitalisasi Pasar Telkom Turun Sendirian, Tersalip Unilever

Jakarta, CNBC Indonesia   – Indeks Harga Bagian Gabungan (IHSG) pada Jumat simpulan pekan lalu (19/6/20) ditutup di zona hijau, menguat 17, 03 poin atau 0, 35% ke 4. 942, 27 terdorong sebab lonjakan harga minyak kontrak berjangka jenis Brent hingga melewati lapisan psikologis US$ 40/barel.

Kendati demikian, pasar kemarin bukan momen terbaik bagi pasar keuangan Indonesia  karena sepanjang pekan indeks acuan bursa nasional tersebut melemah tipis 0, 11% secara point-to-point menyusul  s entimen negatif yang beredar.

Dari dalam negeri, Badan Sentral Statistik (BPS) merilis data perniagaan internasional periode Mei 2020 yang hasilnya boleh dibilang mengecewakan. Poin ekspor Mei tercatat US$ 10, 53 miliar  atau -28, 95% secara tahunan ( year-on-year /YoY). Kontraksi itu merupakan yang terdalam sejak Februari 2009  tatkala krisis keuangan global meledak.


Sementara ukuran impor bulan lalu tercatat US$ 8, 44 miliar atau jatuh 42, 2% YoY. Seperti halnya ekspor, kontraksi impor juga menjelma yang paling dalam sejak 2009.   Ekspor yang ambles membuat prospek pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 menjadi suram.

Market cap adalah nilai pasar dari sebuah emiten, perkalian antara harga bagian dengan jumlah saham beredar dalam pasar, semakin besar nilai market cap emiten maka pengaruh pergerakannya juga besar terhadap pergerakan IHSG.

Mengacu keterangan BEI, hingga akhir pekan berserakan total kapitalisasi pasar saham-saham big cap mencapai Rp 2. 646 triliun. Sementara hingga Se nin ini ( 22 / 6 /2020) sesi I pukul 09: 35 WIB, total kapitalisasi pasar bagian big cap naik 0, 79% menjadi Rp dua. 667, 07 triliun.

Berikut jajaran 10 gede emiten dengan market cap terbesar:

No

Emiten

12 Juni 2020 (Rp T)

No

Emiten

19 Juni 2020 (Rp T)

No

Emiten

22 Juni 2020 (Rp T)

1

BCA/BBCA

692

1

BCA/BBCA

680

1

BCA/BBCA

694, 65

2

Bank Bri/BBRI

370

2

Bank Bri/BBRI

379

2

Bank Bri/BBRI

381, 14

3

Unilever/UNVR

313

3

Telkom/TLKM

325

3

Telkom/TLKM

321, 95

4

Telkom/TLKM

300

4

Unilever/UNVR

307

4

Unilever/UNVR

308, 06

5

Bank Mandiri/BMRI

226

5

Bank Mandiri/BMRI

225

5

Bank Mandiri/BMRI

227, 73

enam

Sampoerna/HMSP

202

6

Sampoerna/HMSP

201

6

Sampoerna/HMSP

202, 39

7

Astra/ASII

194

7

Astra/ASII

198

7

Astra/ASII

198, 77

8

Chandra Asri/TPIA

120

8

Chandra Asri/TPIA

121

8

Chandra Asri/TPIA

122, 61

9

Barito Pacific/BRPT

106

9

Barito Pacific/BRPT

105

9

Barito Pacific/BRPT

105, 69

10

Indofood CBP/ICBP

100

10

Indofood CBP/ICBP

104

10

Indofood CBP/ICBP

104, 08

 

Sumber: BEI, berdasarkan data harga saham, Senin ( 22 / 6 /2020)

Berdasarkan data pada atas terjadi perubahan posisi , pada pekan kemarin dengan pekan sebelumnya, di mana PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom   merebut posisinya dari PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)   yang tahu terenggut dari pekan sebelumnya, per berada di posisi ketiga & keempat.

Namun hari ini, kapitalisasi Telkom turun menjadi Rp 3 21, 95 triliun dari Rp 325 triliun, sedangkan Unilever (UNVR) menguat menjadi Rp 3 08, 06 triliun dari sebelumnya Rp 307 triliun.

Di posisi teratas, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat kenaikan kapitalisasi menjadi Rp 694, 65 triliun per memukul 09: 35 WIB Senin itu, dari pekan lalu Rp 680 triliun, disusul PT Bank Anak buah Indonesia Tbk (BBRI) yang melonjak ke Rp 381, 14 triliun dari Rp 379 triliun.

Secara umum, ada sembilan emiten big tanda yang mencatat kenaikan nilai kapitalisasi pasar dan hanya satu emiten yang membukukan penurunan yaitu TLKM atau Telkom sebesar Rp 3, 05 triliun. Emiten yang mencetak kenaikan paling besar yaitu BBCA sebesar Rp 14, 65 triliun.

Berdasarkan masukan RTI, sepanjang pekan kemarin investor asing mencatatkan jual bersih ( net sell ) sebesar Rp 2, 09 triliun di semua pasar. Ini menyusun kinerja saham emiten big tanda alias emiten dengan kapitalisasi pasar ( market capitalization/market tanda ) di atas Rp 100 triliun pun terpengaruh.

Pada perdagangan Senin tersebut, IHSG berada di zona hijau hingga pukul 09: 40 WIB, IHSG menguat 8, 4 pokok atau 0, 17% ke 4. 950, 67 setelah laju pertumbuhan kasus corona di Tanah Cairan sedikit melambat, dengan pertumbuhan yang hanya sebesar 1, 91% serta menjadi laju paling lemah sejak 1 Juni lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Saksikan video terkait di bawah ini:

(har/har)