Jos! LPS Sebut Likuiditas di Perbankan RI Aman dan Stabil

Jakarta, CNBC Indonesia – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan kondisi likuiditas perbankan sudah mulai stabil. Pada introduksi pandemi  virus corona (covid-19), status likuiditas di pasar keuangan nasional sempat ketat dan membuat pelaku industri perbankan khawatir.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah memaparkan, langkah pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan sebagai respons tempat dampak pandemi Covid-19 membuat likuiditas di industri perbankan terjaga. Itu akhirnya bisa menjaga perekonomian nasional.

“Kondisi likuiditas dasar sempat menjadi kekhawatiran bagi pabrik perbankan di awal pandemi Covid-19. Namun, saat ini kondisi pabrik perbankan relatif stabil, meski kita perlu terus meningkatkan kewaspadaan pada mengantisipasi dampak negatif dari Covid-19, ” kata dia di Jakarta, Rabu (16/9/2020).


Halim Alamsyah menyampaikan, respons kebijakan tersebut, LPS mengambil karakter strategis dalam upaya menjaga kemantapan sistem keuangan. Antara lain secara melakukan diskusi dengan pelaku industri perbankan, Bank Indonesia, Otoritas Pertolongan Keuangan (OJK), mengumpulkan data & informasi bank-bank terdampak pandemi, beserta mempersiapkan diri secara hati-hati terhadap potensi yang ada serta kesibukan penyelesaian yang perlu diambil kala ada bank yang gagal.

“Bagi otoritas penjamin cadangan dan resolusi bank, informasi yang cepat dan akurat terkait dengan kondisi perekonomian dan sektor perbankan merupakan hal yang penting di melakukan tugasnya, ” kata tempat melanjutkan.

Tidak hanya itu, LPS juga meningkatkan penyerasian dengan Bank Indonesia, Otoritas Uluran tangan Keuangan dan Kementerian Keuangan pada rangka memantau dan menjaga kemantapan sistem keuangan nasional guna membentengi stabilitas sistem keuangan Indonesia.

“Upaya ini tentu membutuhkan peran serta semua pihak dalam membantu Pemerintah Indonesia agar bisa melewati masa sulit ini, ” ujar Halim.

[Gambas:Video CNBC]
(hps/hps)