Jokowi Kesal Subsidi Pupuk Rp 33 T Tak Jelas, Ini Kata Petani

Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Joko Widodo (Jokowi) menilai subsidi pupuk bagi petani ternyata belum berkontribusi besar bagi negara. Ketua Harian DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Entang Sastraatmadja memperhitungkan ada dugaan bahwa subsidi tersebut tidak tepat sasaran. Alhasil, daya pertanian pun tidak naik kaya.

“Pemerintah tetap dukung subsidi, kebutuhan harus berdasarkan rencana definitif kebutuhan kelompok tani (RDKK). Di lain pihak, alih fungsi (lahan pertanian) ini sudah terjadi, jadi banyak nama-nama di RDKK pemiliknya orangnya beda, ini urusan. Mungkin sawahnya sudah jadi gedung, pemukiman, tapi dikejar terus dengan angka subsidi naik, ” introduksi Entang kepada CNBC Indonesia , Senin (11/1/21).

Demi mengakhiri masalah itu, maka kuncinya di database. Selama ini, database sungguh kerap menjadi masalah, bahkan di tingkat antar Kementerian sendiri. Ketika database benar, anggaran pemerintah dengan masuk ke subsidi pupuk bakal tepat sasaran.


“Kala database benar, subsidi nggak sejumlah itu. Karena kebutuhan petani lebih sedikit. Ini persoalan tambahan daripada fenomena lahan-lahan beralih fungsi tapi belum tergarap dengan baik. Petani yang sudah meninggal masih sanggup, banyak kejadian-kejadian itu di lapangan, makanya kunci di database, ” sebutnya.

Besar prospek anggaran dari pemerintah tetap cair namun uangnya entah kemana. Petani yang seharusnya mendapatkan bisa oleh sebab itu tidak dapat karena database dengan acak-acakan, begitu juga sebaliknya. Ada dugaan Badan Usaha Milik Negeri (BUMN) di bidang pupuk dengan menikmati ini.

“Mungkin ke pabrik-pabrik pupuk, kan dengan disubsidi pemerintah pabrik pupuk, bukan petani. Petani tinggal beli barangnya, ” sebutnya.

Masalah petani dalam penyaluran pupuk menetapkan menjadi perhatian. Presiden Jokowi membahas persoalan besar yang kerap kali terjadi di sektor pertanian nasional. Namun, tiba-tiba Jokowi teringat secara penyaluran subsidi pupuk yang sudah diberikan negara.

“Saya jadi ingat soal pupuk. Berapa puluh tahun kita subsidi gemuk. Setahun berapa subsidi pupuk? Berapa bu Menteri Keuangan? Rp 30 triliun? Rp 33 triliun seinget saya, ” kata Jokowi, Senin (11/1/2021).

Dengan aksen yang cukup tinggi, Jokowi lantas mempertanyakan dampak dari penyaluran sumbangan pupuk terhadap negara. Kepala Negara mengaku heran, puluhan triliun derma yang disalurkan belum memberikan sumbangan signifikan.

“Return-nya barang apa? Apakah produksi melompat naik? Beta tanya kembaliannya [ke negara] apa? Kalau [subsidi sudah disalurkan] 10 tahun, sudah Rp 330 triliun. Itu angka yang mulia sekali, ” kata Jokowi dengan nada tinggi.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)