Jokowi dan Ma’ruf Amin Mengikuti Dapat THR, Berapa ya Nilainya?

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Pemangku Presiden Ma’ruf Amin diperkirakan akan mendapatkan tunjangan keadaan raya (THR) dan upah ke-13 pada tahun tersebut, setelah tahun lalu tidak menerima insentif tersebut.

Kepastian tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 42/PMK. 05/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan THR dan Gaji ke-13 dengan diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Lantas, kira-kira berapa sungguh THR dan gaji ke-13 yang diterima kepala negeri dan wakil kepala negeri?


Honorarium presiden telah diatur di Undang-Undang (UU) 7/1978 mengenai Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden, serta Peraturan Pemerintah (PP) 75/2000 tentang Gaji Pokok Pimpinan Institusi Tinggi Negara.

Dalam UU 71/1978, disebutkan bahwa gaji presiden ditetapkan sebesar enam kali perolehan pokok tertinggi pejabat negeri selain presiden dan pengantara presiden. Sementara untuk perolehan wakil presiden yaitu sebesar empat kali gaji topik tertinggi pejabat negara.

Adapun gaji penguasa tertinggi negara selain presiden dan wakil presiden sebesar Rp 5, 04 juta per bulan. Besaran itu merupakan gaji untuk penguasa tinggi negara setingkat Ketua DPR dan Ketua MPR.

Artinya, upah presiden bisa mencapai Rp 30, 24 juta ataupun dengan penghitungan 6 x Rp 5, 04 juta per bulan. Sementara tersebut, gaji wakil presiden menyentuh Rp 20, 16 juta dengan pernghitungan 4 x Rp 5, 04 juta per bulan.

Sampai saat ini, belum ada revisi aturan terkait hal tersebut. Artinya, belum ada kenaikan gaji kepala dan wakil presiden semenjak era kepemiminan Presiden Abdurrahman Wahid.

Selain gaji pokok, presiden serta wakil presiden juga mencapai tunjangan jabatan yang diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) 68/2001 tentang Perubahan Arah Keppres 168/2000 tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Tertentu.

Adapun besaran tunjangan presiden ditetapkan sebesar Rp 32, 5 juta per bulan. Tengah itu, wakil presiden juga mendapatkan tunjangan jabatan sebesar Rp 22 juta per bulan.

Komponen THR dan gaji ke-13 tahun ini mencakup honorarium pokok, tunjangan keluarga, tumpuan pangan dalam bentuk uang, dan tunjangan jabatan atau jabatan umum. Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Gajah Keuangan (PMK) 42/PMK. 05/2021.

Artinya, kepala setidaknya mengantongi THR & gaji ke-13 masing-masing sejumlah Rp 62, 74 juta. Sementara itu, wakil kepala akan menerima THR serta gaji ke-13 masing-masing sejumlah Rp 42, 16 juta.

[Gambas:Video CNBC]
(mij/mij)