Jadwal 10 Orang Terkaya Jepang, Ada Investor Grab & Tokopedia

Jakarta, CNBC Indonesia – Forbes telah merilis daftar 50 karakter terkaya di Jepang. Superior Softbank Masayoshi Son mengagendakan diri sebagai orang terkaya di negara itu secara kekayaan Rp645, 6 triliun.

Seluruh 50 orang yang masuk dalam daftar mengalami kenaikan kapital tahun ini. Peningkatannya mencapai US$249 miliar atau 48%.

Hal ini disebabkan sebab ekonomi Jepang tetap berkecukupan di pemulihan yang kuat setelah sempat mengalami pengurangan hampir 5% pada 2020.


Tanda hasil positif ini sebab adanya peningkatan ekspor dan penyelenggaraan Olimpiade musim radang mendatang di Tokyo. Ruang Saham Nikkei 225 serupa naik sebesar 54% sebab tahun lalu.

Selain Masayoshi Son, siapa saja orang paling mampu di Jepang? Berikut 10 besarnya, dirangkum dari laman Forbes, Jumat (22/4/2021).

1. Masayoshi Son

Bos Softbank, perusahaan yang menyokong sejumlah startup termasuk Grab dan Tokopedia, menjelma orang paling kaya dalam Jepang. Tercatat kekayaan Masayoshi Son US$44, 4 miliar atau Rp645, 6 triliun.

Capaian membangun Sotbank didapatkan setelah sebanyak startupnya IPO dan memperoleh jalan mulus. Salah satunya adalah perusahaan pengiriman sasaran dari DoorDash.

Sebelum mendapatkan hasil tersebut, Softbank juga sempat menjalani hal pahit setelah IPO WeWork, startup  co-working space, gagal pada 2019 cerai-berai.

dua.   Tadashi Yanai

Di status kedua ada Tadashi Yanai yang memiliki US$42 miliar atau Rp610, 6 triliun. Pria 73 tahun itu memiliki kerajaan ritail baju Fast Retailing termasuk Uniqlo.

Perusahaan itu mencatatkan laba bersih US$854 juta (Rp12, 4 triliun)pada tahun fiskal yang berakhir Agustus 2020 lalu. Secara pendapatan US$19 miliar (Rp276, 3 triliun).

Untuk tahun fiskal 2021, perusahaan memperkirakan kenaikan perolehan sebesar 10% dan menyaruk bersih naik 83%.

3. Takemitsu Takizaki

Selanjutnya ada Takemitsu Takizaki yang memiliki US$25, 8 miliar atau Rp375, dua triliun. Dia merupakan pendiri pemasok sensor dan komponen elektronik untuk sistem otomasi di pabrik, Keyence.

Penjualan di sungguh Jepang tumbuh dan men pendapatan lebih dari 50%. Dia telah mengundurkan diri dari kursi chairman pada Maret 2015. Namun pasti berada di kursi dewan direksi dan honorary chairman.

Berlanjut ke halaman berikutnya > > >