Hasil Survei: Banyak Warga RI dengan Belum Bersedia Divaksin!

Jakarta, CNBC Indonesia – Hasil survei nasional institusi Indikator menyatakan hanya 15, 8% responden di Indonesia yang betul-betul bersedia divaksinasi Covid-19.

Responden lainnya sebanyak 39, 1% menyatakan cukup bersedia, 32, 1% kurang bersedia, 8, 9% benar tidak bersedia dan sisanya 4, 2% tidak tahu.

Hasil survei juga menyatakan kalau hanya 10, 8% orang yang selalu takut terpapar Covid-19. Berikutnya sebanyak 33, 7% sering takut terpapar, sebanyak 33, 7% kala takut dan 14, 9% jarang merasa takut.


Sebanyak 6, 5% responden bahkan tidak pernah takut terhadap covid-19. Selanjutnya sisa 0, 5% mengaku tidak tahu.

“Ada temuan, semakin takut orang terpapar, semakin tinggi intensi untuk divaksinasi, ” ujar Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi dalam Rilis Survei Nasional secara virtual pada Jakarta, Minggu (21/2/2021).

Temuan survei juga menyatakan kalau hampir semua warga sudah tahu pemerintah telah memulai program vaksinasi virus corona, atau sebanyak 91. 3%. Mayoritas warga juga putus dengan pendapat bahwa mereka menyambut vaksin jika telah dinyatakan legal, atau sebanyak 81. 9%.

“Namun, sangat banyak awak yang kemudian tidak lantas menyetujui di vaksin (41%), terutama sebab alasan efek samping vaksin dengan belum dipastikan (54. 2%) dan terkait efektivitas vaksin (27%), merasakan sehat atau tidak membutuhkan (23. 8%), dan jika harus memenuhi (17. 3%), ” jelasnya.

Pada kelompok yang mengizinkan di vaksin (54. 9%), mayoritas tidak bersedia jika harus menunaikan (70%). Sekitar 23. 7% menyetujui di vaksin meski harus membalas. Atau secara total sekitar 38. 4% tidak bersedia diberi vaksin jika harus membayar/membeli, dan hanya sekitar 13% yang bersedia diberi vaksin meski harus membayar/membeli.

Efektivitas vaksin dalam mencegah tertular virus corona dipercaya sebab sekitar 53. 5% warga, dengan tidak percaya sekitar 30. 3%, dan selebihnya tidak bisa memperhitungkan, 16. 3%. Tingkat kepercayaan terbuka terhadap berbagai varian vaksin corona tampak rendah, secara umum bertambah banyak yang kurang percaya.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)