Harta Elon Musk 4 Tahun Lagi Diprediksi Rp 14.588 Triliun

Jakarta, CNBC Indonesia – Elon Musk diprediksi bisa menjadi triliuner pertama di dunia pada 2025 mendatang. Hal ini berdasarkan laporan yang diunggah di blog NextBigFuture berdasarkan analisis Ark Invest Management yang menghitung kemungkinan nilai saham Tesla empat tahun lagi.

Menurut laporan tersebut, saham Tesla akan mencapai US$1500 (Rp72 jutaan) pada 2025, dan US$4000 atau Rp57,6 jutaan per sahamnya dengan tren harga saham meningkat (bullish).

“Jika Ark Invest Management benar, maka pada tahun 2025, Elon Musk akan jadi triliuner. Elon sekarang memiliki 241 juta saham di Tesla dan mungkin mendapatkan delapan bonus kompensasi sebagai CEO dengan total 12 juta saham,” kata laporan itu dikutip The Economic Times, Sabtu (27/3/2021).


Dengan US$4000 per saham itu, 253 juta saham akan bernilai US$1,012 triliun atau Rp14,588 triliun. Selain dari Tesla, kekayaan Elon Musk juga akan disokong dari perusahaan lainnya. Saat ini Elon Musk memiliki kepemilikan di SpaceX sebanyak 54%, Boring Company 80%, dan saham Neuralink sebesar 90%.

Sebelumnya, menurut laporan Bloomberg Billionaires Index, Elon Musk menjadi orang terkaya nomor dua di dunia dengan estimasi US$164 miliar. Dia juga sempat merangsek ke posisi orang paling kaya di dunia pada Januari sebelum Jeff Bezos merebutnya kembali.

Sebagian besar kekayaan bersihnya berasal dari perusahaan yang dimilikinya yakni Tesla, SpaceX dan Boring Company. Sementara itu saham Tesla juga menunjukkan hal positif. Pada tahun lalu menanjak drastis dengan lebih 740%.

Hal yang sama juga terjadi pada Maret lalu yakni saat saham Tesla naik 20%. Kenaikan ini berakibat bertambahnya total kekayaan Elon Musk yakni US$174 miliar.

“Karena kenaikan harga saham ini, Elon Musk tetap menasbihkan diri sebagai orang terkaya kedua di dunia. Sejak Januari lalu, ia harus merelakan posisinya sebagai orang terkaya pertama di dunia setelah digeser oleh CEO Amazon (AMZN) Jeff Bezos yang memiliki kekayaan bersih US$ 180 miliar,” tulis CNN Business saat itu. 

[Gambas:Video CNBC]
(roy/roy)