Hari Ini Asing Borong BBCA-TLKM dan Lepas BMRI-ITMG

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup cerah pada perdagangan Rabu (18/8/2021). Indeks saham acuan Tanah Minuman tersebut ditutup menguat 0, 5% ke level 6. 118, 15, mengikuti penguatan bursa saham Asia di dalam hari ini.

IHSG pun kembali menembus level psikologis di 6. 100 pada perdagangan hari itu.

Data perdagangan merekam nilai transaksi hari ini kembali naik menjadi Rp 16, 5 triliun. Terpantau, investor asing melakukan aksi beli bersih ( net buy ) cukup besar, yakni menyentuh Rp 1, 1 triliun di pasar reguler. Sebesar 213 saham menguat, 304 saham melemah dan 130 lainnya stagnan.


Sejak daftar sarang buy , saham bank berkapitalisasi pasar terjumbo, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diborong oleh asing paling banyak dalam hari ini, yakni menyentuh Rp 517 miliar.

Tak hanya BBCA, dua saham big cap lainnya yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga diborong asing had lebih dari Rp 100 miliar. Bahkan saham e-commerce PT Bukalapak. com pula diborong asing hingga mencapai Rp 110 miliar.

Berikut saham-saham dengan diborong oleh investor asing pada hari ini.

Sementara daripada daftar sarang sell , saham bank big tanda PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas oleh asing dalam hari ini, yakni menyentuh Rp 154 miliar.

Selain di saham BMRI, asing juga terekam melepas saham pertambangan sundal bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) serta dua saham Grup Astra, yakni PT United Tractors Tbk (UNTR) dan induk Grup Astra, PT Astra International Tbk (ASII).

Adapun saham-saham dengan dilepas oleh investor ganjil pada hari ini merupakan:

Sentimen positif di zona Asia muncul dari Jepang yang melaporkan ekspor Juli melonjak dua kali lipat secara bulanan ( month-on-month /MoM) untuk lima bulan yang berendeng. Secara tahunan ( year-on-year /YoY), ekspor Juli terhitung melompat 37%.

Hal ini berbanding terbalik dengan pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street yang ditutup menyurut pada perdagangan Selasa (17/8/2021) kemarin.

Koreksi Wall Street terjadi setelah indeks Dow Jones dan S& P 500 hingga Senin awal pekan ini telah mengecap reli pada hari kelima berturut-turut, sehingga koreksi di dalam Selasa dinilai sebagai adil.

Pasar kini memantau ajaran perkembangan moneter di AS menyusul wacana dimulainya kecendekiaan tapering (pengurangan pembelian obligasi di pasar sekunder).

Kebijakan ini berpeluang memicu capital outflow di negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun, pasar meyakini ekonomi AS masih perlu ditopang pertama di tengah penyebaran virus Covid-19 varian delta.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(chd/chd)