GANDAR Bakal Dilanda Lagi Demo Besar-Besaran Kasus George Floyd

Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Kepolisian Washington DC Newsham mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan demo besar-besaran dengan akan berlangsung pada Sabtu, waktu AS. Hal ini terkait secara kematian George Floyd oleh seorang petugas polisi pada 25 Mei di Minneapolis.

Pembunuhan tersebut pun telah memicu demo selama berhari-hari di seluruh Amerika Konsorsium soal rasisme dan kebrutalan penjaga. Tak hanya di AS, pertunjukan juga terjadi di seluruh dunia.

Beberapa aktivis di media sosial telah meminta utama juta orang untuk ikut dalam demonstrasi Sabtu ini di induk kota AS. Ini akan menjadi demo terbesar yang pernah dilakukan di Washington DC, ibu kota AS.



“Kami memiliki banyak informasi publik, sumber terbuka untuk menyarankan bahwa jadwal pada Sabtu ini mungkin menjadi salah satu yang terbesar dengan pernah kami alami di kota ini, ” ujar Newsham dilansir dari Reuters, Sabtu (6/6/2020).

Newsham tidak bisa memperkirakan berapa total pasti demonstran yang akan berhimpun. Namun, ia memastikan beberapa kanal jalan ke pusat kota kendati ditutup sejak dini hari.

Sementara itu, Gubernur North Carolina Roy Cooper telah memerintahkan para stafnya agar semua standar di fasilitas negara bagian diturunkan menjadi setengah sejak pagi maka malam hari untuk menghormati Floyd. Ini dilakukan karena Floyd awalnya berasal dari Kota Fayetteville di negara bagian itu.

Seorang hakim federal di Denver memerintahkan polisi kota untuk beristirahat menggunakan gas air mata, pelor plastik, dan alat-alat lainnya seolah-olah granat kilat. Ini berkaca dalam contoh-contoh pengunjuk rasa dan wartawan yang terluka oleh polisi.

“Ini adalah demonstran tenang, jurnalis, dan petugas medis yang telah menjadi sasaran dengan rencana ekstrem yang dimaksudkan untuk menekan kerusuhan, bukan untuk menekan presentasi, ” tulis Hakim Distrik A. R. Brooke Jackson dalam putusannya.

Para pengunjuk rasa di seluruh dunia juga diperkirakan akan turun ke jalan sedang pada hari Sabtu, sehari setelah banyak yang berbaris dalam gelombang kemarahan atas kematian Floyd & rasisme terhadap minoritas di negeri mereka sendiri.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)