Fantastis, Jadi Pensiunan PNS Mampu Dapat Rp 1 M?

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Tjahjo Kumolo sudah memastikan dana purnawirawan PNS akan diterapkan secara jumlah iuran pasti ataupun fully funded . Namun sampai saat ini, skema tersebut belum berjalan.

“Terkait pemberian jaminan pensiun, negeri akan melakukan reformasi pola pensiun berdasarkan iuran nyata, ” kata Tjahjo beberapa waktu lalu.

Skema fully funded yang belum bisa terealisasi itu, kata Tjahjo disebabkan adanya pandemi Covid-19, yang kesimpulannya mengharuskan pemerintah fokus melangsungkan refocusing anggaran untuk kesehatan dan bantuan sosial (bansos).

“Sebenarnya tersedia pada awal Januari 2020 sudah ada inisiatif melangsungkan rapat di Kemenkeu, yang undang Pak Mendagri & kami juga untuk bahas detail, ” katanya.

“Ini tapi sebab ada pandemi Covid-19 sehingga konsentrasi anggaran untuk infrastruktur kesehatan dan bansos, sehingga ini belum sempat dibahas tuntas. ”

Perubahan skema pensiunan itu dilakukan sebagai salah kepala langkah untuk memberikan uang pensiunan yang lebih besar kepada PNS saat habis masa kerjanya. Selain itu, skema terbaru ini serupa akan mengurangi beban APBN.

Saat tersebut, APBN harus mengeluarkan taksiran kurang lebih Rp 120 triliun setiap tahunnya untuk pembayaran pensiunan. Pembayaran pensiunan itu setidaknya diberikan kepada Purnawirawan PNS, TNI, Polri dengan jumlahnya sekitar ke 3, 1 juta orang.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria, menyebutkan pembahasan skema purna bakti fully funded masih bergulir pembahasanya di Kementerian Keuangan. Namun, akan segera lengkap agar bisa diterapkan dalam waktu dekat.

Halaman 2> >