Dow Jones Dibuka Menguat 180 Poin Sambut Perkembangan Vaksin

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka naik pada perdagangan Senin (23/11/2020), menyusul perkembangan vaksin Covid-19 yang menunjukkan efektivitas sebesar 90%.

Ruang Dow Jones Industrial Average menguat 180, 95 poin (+0, 65%) pukul 08: 30 waktu setempat (21: 30 WIB) dan 20 menit kemudian bertambah jadi 292, 1 poin (+1%) ke 29. 555, 54. Indeks S& P 500 tumbuh 30, 9 pokok (+0, 9%) ke 3. 588, 47 dan Nasdaq naik 84, 6 poin (+0, 7%) ke 11. 939, 57.

“Dengan 3 vaksin menunjukkan efikasi +90% dan penguasa kesehatan di AS dan Uni Eropa segera mengesahkannya, proses vaksinasi bakal dimulai sebelum akhir tarikh, ” tutur Adam Crisafulli, analis Vital Knowledge, sebagaimana dikutip CNBC International .


AstraZeneca di dalam laporan analisis permulaannya mengatakan bahwa vaksin besutannya memiliki tingkat efikasi rata-rata 70%, yang berarti 70% sukarelawannya berhasil membentuk antibodi. Namun, uji-coba di kelompok lain berujung pada tingkat efikasi 62%.

Keterangan vaksin yang dikembangkan bersama Oxford University ini menimpali laporan Pfizer dan Moderna yang sebelumnya telah mengumumkan tingkat efikasi di pada 90%. Saham maskapai terbang seolah-olah United Airlines yang naik 1%.

Sepanjang bulan November, indeks Dow Jones menguat 10% sedangkan indeks S& P 500 bertambah 8%. Namun sepekan lalu, Dow Jones serta S& P 500 terkoreksi per sebesar 0, 73% dan 0, 77%. Indeks Nasdaq menguat 0, 22%, menjadi reli pekan yang kedua.

AS melaporkan lebih dari 195. 000 kasus baru Covid-19 di Jumat, sehingga rerata selama seminggu lalu menjadi 167. 000/hari atau lompat 20% dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Pemerintah telah mengingatkan kalau perayaan Thanksgiving bisa memperparah penyaluran.

Kemajuan tersebut memicu pembatasan sosial di beberapa negara bagian, seperti misalnya California yang menginstruksikan “perintah terbatas Tinggal di Rumah, ” & membubarkan kerumunan tak perlu tiba pukul 22: 00 hingga jam 05: 00. New York telah memberlakukan penutupan sekolah publik.

Di pusat situasi demikian, ekonom JPMorgan di dalam Jumat merevisi turun tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) AS bagi kuartal I-2020 menjadi -1%, menjelma yang pertama di Wall Street yang memperkirakan pertumbuhan PDB negatif untuk triwulan pertama tahun aliran.

Goldman Sachs menyusul tetapi dengan dugaan yang lebih optimistis dengan kemajuan ekonomi sebesar 1%, turun sebab posisi sebelumnya 3, 5%. Untuk kuartal IV-2020, PDB AS diprediksi tumbuh 3, 5% atau lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sejumlah 4, 5%.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(ags/ags)