Dongeng Sedih Agen Travel: Potong Perolehan dan Tak Sanggup Beri THR

Jakarta, CNBC Indonesia-   Ketua Umum Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA), Nunung Rusmiati, buka-bukaan mengenai kondisi travel agent dalam tengah pandemi  corona. Dia mengecap ada kemungkinan sejumlah travel agent tak mampu membayar THR bagi pegawai.

“Mudah-mudahan pemerintah menganjurkan kebijakan bagi yang tidak bisa membayar THR, ” ujarnya pada CNBC Indonesia,   Kamis (26/03/2020) lalu.

Sejauh ini, dia mengaku terus memonitor semua travel agent anggotanya yang berjumlah sekitar 7. 000. Dari hasil monitoring ini, sudah banyak kongsi yang tidak mampu membayar upah pegawai secara penuh.



“Jadi mulai sekarang sudah ada yang mengurangi gaji 25%. Apalagi travel sudah mengatakan kalau ini terus bisa sampai 50%. Alhamdulillah ada beberapa travel yang masih tidak mengurangi untuk karyawan, PHK, ” urainya.

Kemampuan kongsi juga tidak bisa diharapkan berlangsung terlalu lama. Apalagi jika pandemi corona (Covid-19) masih berkepanjangan.

“Mungkin kita sanggup sedang 1 sampai 2 bulan. Zona saya sebagai ketua umum ASITA yang membawahi 7. 000 travel agent, ini sangat berharap moga covid-19 cepat berakhir, ” urainya.

Dia menyebut, situasi tiap travel agent berbeda asing tergantung pada kapasitas perusahaan. Ada yang besar, sedang dan kecil, sehingga berdampak pula pada kedudukan operasional selama pandemi.

“Bagi yang kecil dan dia tidak mampu Jadi mungkin tersebut akan diberi prioritas. Karena jangankan untuk membayar gaji, karena sungguh betul-betul seluruh kegiatan yang ada di travel agent itu berakhir total. ”

“Itupun ada yang sangat berhenti total karena dari 7. 000 travel agent ini ada yang pokok di inbond ada yang outbound ada juga umroh, ada juga yang lain itu tergantung dari masing-masing travel, ” lanjutnya.

[Gambas:Video CNBC]

(gus)