Diobral Murah Vila-Vila di Puncak Susah Dijual, Ini Sebabnya!

Jakarta, CNBC Indonesia – Fenomena penjualan anglung di kawasan wisata kaya Puncak Bogor sedang masif saat ini. Hal itu terlihat dari banyaknya vila yang masuk daftar lego di situs jual beli properti maupun offiine. Umum dari vila tersebut sungguh sudah diobral dengan kehormatan miring. Namun, tidak banyak yang akhirnya menjadi transaksi penjualan.

Salah satu alasannya adalah menurunnya daya beli masyarakat. Saat tersebut lebih banyak yang memerlukan uang cash dibanding memiliki aset tidak liquid. Namun, ada juga faktor asing yang membuat penjualan anglung di kawasan wisata sulit terwujud.

“PPKM jadi concern tersendiri untuk beberapa orang yang ragu-ragu untuk menjual. Karena tak bebas, jadi ada perkara, ini perlu gue berniaga nggak, ” kata Superior Director of Office Services Department Colliers International Elok Adikusumo kepada CNBC Indonesia , Selasa (24/8).


Transaksi menjadi sulit kala pemilik vila dan bahan pembeli sudah menemui kata sepakat, baik soal nilai dan cara pembayaran, tetapi terkendala dalam hal administrasi. Beberapa waktu lalu pejabat notaris tidak boleh beroperasi karena bukan masuk ke dalam sektor esensial.

“Kalau keadaan mendesak prelimanary bisa, buyer agreement. Bisa tanda tangan antara kedua pihak tanpa aliran notaris, mungkin akte jual beli iya lah harus. Tapi sebelumnya bisa dibuat agreement , ” sebut Bagus.

Di satu sisi, kebijakan PPKM memang menjadi kendala bagi sektor properti. Broker pun juga menyungguhkan terkena imbasnya.

“Saya belum bisa menganjurkan klien untuk survey sebab masih PPKM, jadi kira-kira nanti lah. Padahal dengan menanyakan tidak jarang, sekitar 5 orang mau lihat, ” kata Niwan Sutungpol wakil Ray White Tomang kepada CNBC Indonesia, Selasa (24/8/21).

Niwan menjual sebuah vila 2 lantai yang berlokasi di Tiang Gadog, Cipanas, Bogor. Luas tanahnya 850 m2 dan luas bangunan 250 m2, adapun kamar tidur terdiri dari 8 sedangkan zona mandi 3. Ia melego dengan harga Rp satu, 5 miliar dengan alternatif negosiasi.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)