Dihajar Corona, Kapan Ekonomi Bisa Berdiri?

Jakarta, CNBC Nusantara – Wabah virus corona yang kian merebak menjelma ancaman bagi perekonomian global. Seberapa dalam dampak dan seberapa lekas ekonomi pulih akan sangat tergantung dari upaya suatu negara merespons pandemi global ini.

Pertama kali ditemukan di Kota  Wuhan  (China), kini wabah corona telah menyebar ke berbagai negeri di penjuru dunia. Jumlah kejadian kumulatif infeksi corona secara global sudah menyentuh angka nyaris satu, 35 juta per hari ini.

Pertumbuhan urusan secara yang signifikan di Amerika Serikat dan Zona Euro kini menjadikan keduanya sebagai episentrum penyebaran virus. AS, Spanyol, Italia, Jerman dan Perancis kini menduduki peringkat lima besar negara dengan peristiwa infeksi corona terbanyak di dunia menggeser China.

Baca juga Togel Hongkong

Total jumlah kasus kumulatif di lima negara tersebut mencapai angka 839. 957 dari total 1. 348. 184 kasus secara global. Berarti kelima negara tersebut menyumbang 62, 3% dari total kasus pada seluruh dunia.

Dalam sebuah kajian yang dilakukan lembaga konsultan global McKinsey & Company, setidaknya ada dua karakteristik utama bagaimana setiap negara merespons wabah corona.

Ada yang gayanya mirip China dengan menetapkan pergerakan orang dan melakukan karantina, ada juga yang mirip secara Korea Selatan dengan melakukan tes secara masif dan agresif.

Kebanyakan negara-negara barat kini cenderung mengikuti langkah China memakai strategi lockdown . Perancis, Spanyol dan Italia menerapkan strategi lockdown nasional di negaranya. Waktu karantina dilakukan dan orang-orang dilarang keluar rumah, pemerintah juga menyelenggarakan tes deteksi yang masif.

Wabah corona merupakan tanda di bidang kesehatan yang merembet ke perekonomian. Dampaknya bukan berkelakar. Pertumbuhan ekonomi jadi taruhannya. Genting kesehatan yang kini terjadi sudah membangkitkan ancaman resesi global.

Untuk melihat seberapa payah dampak ekonomi yang ditimbulkan sebab wabah, seberapa cepat pemulihan berlaku hingga model kurva pemulihan, McKinsey membuat berbagai skenario.

Faktor yang mempengaruhi seberapa parah dampak dan seberapa segera pulih terletak pada dua peristiwa. Pertama adalah seberapa cepat dan luas virus merebak dan intervensi di sektor kesehatan serta seberapa efektif kebijakan ekonomi pemerintah.