China Kenakan Bea Impor 200% Wine Australia, Perang Dagang?

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Perdagangan China mengumumkan akan menerapkan tarif yang mulia pada anggur Australia. Beijing mengambil keputusan ini diambil setelah pihaknya menemukan potensi Dumping pada buatan anggur tersebut.

Dilansir dari CNN, mulai Sabtu (28/11/2020), China akan mulai mengenakan imbalan antara 107, 1% dan 212, 1% untuk impor anggur Australia, kata Kementerian Perdagangan dalam sebuah pernyataan.

China mengumumkan penyelidikan atas kira-kira impor anggur Australia pada bulan Agustus, menyusul keluhan dari Asosiasi Industri Anggur China. Regulator China pada saat itu mengatakan bahwa mereka akan menyelidiki 40 tuduhan subsidi pemerintah yang tidak jujur di sektor anggur Australia.


Kementerian Perdagangan Beijing sekarang mengatakan telah mengkonfirmasi kasus dumping yang telah merusak industri anggur domestik di China.

China sejauh ini merupakan importir anggur Australia terbesar, menurut Koalisi Wine Australia, organisasi perdagangan dengan didukung oleh pemerintah negara tersebut. Dalam tahun keuangan terbaru, yang berakhir September ini, daratan China saja mencapai 39% dari total ekspor anggur Australia berdasarkan kadar, kata kelompok itu.

Kebijakan yang diambil ini ditakutkan akan mengganggu hubungan dagang Beijing dan Canberra yang dalam masa dekat ini sedang memanas akibat tuduhan asal usul virus corona. Hal ini dinilai sebagai ganjaran negeri panda atas pembatasan ekspor beberapa produk China ke daerah kangguru.

Bahkan Canberra baru-baru ini mengklaim bahwa perusahaan Teknologi Huawei adalah alat spionase China yang membahayakan kepentingan domestik negeri kangguru.

[Gambas:Video CNBC]
(roy/roy)