Catat! Insentif dan Diskon Pajak Ini Diperpanjang Sri Mulyani

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah kembali memperpanjang insentif perpajakan untuk daerah usaha hingga akhir tahun 2021. Kebijakan ini diambil untuk membantu pelaku daya untuk tetap bertahan di tengah proses pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Awalnya, insentif perpajakan diberikan pemerintah pada 2020 lalu dan berakhir dalam akhir tahun. Lalu diperpanjang hingga 30 Juni 2021 dan saat ini kembali diperpanjang hingga 31 Desember 2021.

“Beberapa insentif akan diperpanjang serta berlaku sampai akhir tahun, ” ungkap Wakil Gajah Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN Kita secara daring.


Berikut daftar dorongan yang akan di perpanjang hingga tutup tahun:

1. PPh 21 DTP

Insentif ini diberikan kepada karyawan dengan memiliki NPWP dan penghasilan bruto yang bersifat tentu dan teratur yang disetahunkan tidak lebih dari Rp 200 juta. Karyawan tersebut akan mendapatkan penghasilan tambahan dalam bentuk pajak dengan tidak dipotong karena arah kewajiban pajaknya ditanggung sebab pemerintah.

2. PPh Final UMKM DTP

Pelaku UMKM mendapat insentif PPh final tarif 0, 5% sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2018 (PPh Final PP 23) yang ditanggung pemerintah. Dengan demikian tetap pajak UMKM tidak perlu melakukan setoran pajak. Pihak-pihak yang bertransaksi dengan UMKM juga tidak perlu melayani pemotongan atau pemungutan retribusi pada saat melakukan pembayaran kepada pelaku UMKM.

3. Pembebasan PPh 22 Impor

Wajib pajak yang berjalan di salah satu lantaran 730 bidang usaha terbatas (sebelumnya 721 bidang usaha), perusahaan KITE, atau kongsi di kawasan berikat memiliki insentif pembebasan dari pengumpulan PPh pasal 22 memasukkan.

4. Pengurangan Angsuran PPh 25

Tetap pajak yang bergerak dalam salah satu dari satu. 018 bidang usaha terbatas (sebelumnya 1. 013 tempat usaha), perusahaan KITE, atau perusahaan di kawasan berikat mendapat pengurangan angsuran PPh pasal 25 sebesar 50% dari angsuran yang seharusnya terutang.

5. Pengembalian Pendahuluan PPN

Pengusaha kena retribusi (PKP) berisiko rendah yang bergerak di salah satu dari 725 bidang jalan tertentu (sebelumnya 716 tempat usaha), perusahaan KITE, atau perusahaan di kawasan berikat mendapat insentif restitusi dipercepat hingga jumlah lebih tukar paling banyak Rp 5 miliar.

6. Diskon PPnBM Kendaraan Bermotor

Diskon tersebut diberikan khusus pembelian mobil dengan kapasitas silinder had 1. 500 cc serta tingkat kandungan dalam daerah minimal 70%. Diskon 100% atau PPnBM 0% yang awalnya hanya hingga Mei diperpanjang hingga Agustus 2021. Sementara itu, September-Desember diskon PPnBM diberikan sebesar 50%.

7. Diskon PPN 100% DTP sektor Properti

Diskon PPN 100% untuk sektor properti ini diberikan pemerintah untuk pembelian rumah tapak atau rusun baru yang sudah tersedia dan bukan inden secara harga jual maksimal Rp 2 miliar. Serta diskon 50% untuk pembelian rumah tapak atau rusun terakhir dengan harga jual Rp 2 miliar – Rp 5 miliar.

[Gambas:Video CNBC]
(mij/mij)