Bursa Eropa Dibuka Melemah Sambut Lonjakan Inflasi Inggris

Jakarta, CNBC Indonesia – Pura Eropa turun pada pembukaan perdagangan Kamis (15/7/2021), karena investor masih mencerna bahan terbaru mengenai tingginya inflasi Amerika Serikat (AS) & Inggris.

Indeks Stoxx 600 dibuka melemah 0, 4% dengan indeks saham zona minyak dan gas jatuh 2, 5% menjadi atasan koreksi indeks saham sektoral yang juga melemah, kecuali indeks saham komoditas dasar yang menguat 0, 5%.

Selang 15 menit lalu, koreksi indeks Stoxx 600 surut menjadi 1, 4 poin (-0, 3%) ke 459, 2. Indeks DAX Jerman drop 71, 9 poin (-0, 46%) ke 15. 717, 08 dan CAC Prancis surut 24, 3 poin (-0, 37%) ke 6. 534, 08. Indeks FTSE surut 6, 2 poin (-0, 09%) ke 7. 085, 01.


Dalam pidatonya di depan Kongres, bos bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell membuktikan belum akan mengubah kebijakan moneternya menjadi ketat, serta memperkirakan inflasi di Negeri Adidaya itu akan menurun.

Harga kontrak berjangka ( futures ) indeks saham AS sedang stabil di perdagangan sementara investor mengantisipasi rilis kinerja keuangan emiten raksasa, antara lain Morgan Stanley dan keterangan pasar tenaga kerja.

Tatkala itu, bursa saham dalam Asia Pasifik bergerak menyamping setelah China melaporkan kemajuan ekonomi kuartal kedua sejumlah 7, 9%, atau mendatangi konsensus pasar yang dihimpun Reuters sebesar 8, 1%.

Angka itu terkira turun dari posisi kuartal I-2021 sebesar 18, 3%, tapi lebih dikarenakan bagian teknis di mana kuartal pertama merupakan momentum reversi ekonomi Negeri Panda sehingga terjadi lompatan.

Pasar mengamati angka penjualan ritel bohlam Juni yang melesat 12, 1% secara tahunan, ataupun melampaui ekspektasi pasar pada konsensus Reuters yang memperhitungkan angka 11%. Pertumbuhan itu mengindikasikan konsumsi masyarakat di China telah pulih balik.

Dari sisi data ekonomi, pelaku pasar di Benua Biru memantai rilis angka pengangguran di Inggris bohlam Mei dan data inflasi Italia per Juni. Sementara itu, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) merilis data pasar minyak bulanannya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(ags/ags)