BUMN ‘Dimanja’ Lewat Suntikan Dana PMN, Pemborosan?

Jakarta, CNBC Indonesia – Departemen Keuangan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 42, 38 triliun di 2021 untuk membantu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bantuan ini dikasih melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).

Setidaknya, ada sembilan BUMN yang akan mendapatkan suntikan dana melalui PMN dari Negeri.

Direktur Jenderal Imbalan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatawarta mengatakan, PMN tahun ini bertambah besar dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, ini bukan pemborosan kekayaan negara.

Sebab, pemerintah mengalokasikan PMN kepada BUMN buat membantu perusahaan-perusahaan tersebut dalam bertemu tekanan Covid-19.

“Ingin saya tegaskan, pemberian PMN ke BUMN bukan kucuran dana yang hilang begitu saja. Kita pastikan bahwa kucuran dana berbentuk PMN kepada BUMN itu ada tujuannya, ada yang akan dilakukan oleh BUMN itu sehingga perlu di-support dan kita ingin pastikan serupa apa yang direncanakan betul dilaksanakan dan diwujudkan, ” ujarnya, Jumat (6/11/2020).

“Itu dengan penting dan ingin kita bedakan dengan pendapat bahwa PMN itu pemborosan, ” imbuhnya.

Menurutnya, pemberian PMN kali itu berbeda dengan sebelumnya. Dimana sebelumnya PMN yang diberikan pemerintah tidak memberikan manfaat bagi perusahaan BUMN.

Namun, kali itu ia memastikan PMN yang dikasih akan dimanfaatkan dengan baik sebab BUMN sehingga bisa bertahan & bangkit di tengah kondisi suram saat ini.

“Ini mungkin terpengaruh dengan beberapa perkara kecil masa lalu bahwa ada BUMN-BUMN penerima PMN tetapi tak survive sehingga pemberian PMN dianggap hilang. Tapi, sekarang saya yakin kita buat suatu perbedaan lantaran praktik-praktik masa lalu, ” jelasnya.

Berikut 9 BUMN yang dapat dana PMN dibanding Pemerintah:

1. PT PLN (Persero) Rp 5 triliun
2. PT Hutama Susunan (Persero) Rp 6, 2 triliun
3. PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Rp 2, 25 triliun
4. PT BPUI Rp 20 triliun
5. PT Pelindo III Rp satu, 2 triliun
6. PT ITDC sebesar Rp 470 miliar
7. PT PAL Rp 1, 28 miliar
8. Indonesia Eximbank/LPEI Rp 5 triliun
9. Kawasan Industri Kejayaan Rp 977 miliar



[Gambas:Video CNBC]
(dru)