Bukti Ritel Kurang Oke, Wall Street Turun Tipis di Pembukaan

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada Jumat (14/8/2020), mengaburkan peluang indeks S& P 500 mencetak rekor sempurna baru di tengah penjualan ritel yang kurang memuaskan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 80 pokok (-0, 3%) pada pembukaan perniagaan pukul 08: 30 waktu setempat (21: 30 WIB), dan 30 menit kemudian relatif sama secara minus 83, 18 poin (-0, 3%) ke 27. 813, 54. Nasdaq melemah 40, 72 poin (-0, 37%) ke 11. 001, 78 dan S& P 500 turun 6, 18 poin (-0, 18%) ke 3. 367, 25.

“Pembalikan negatif indeks S& P 500 dan ketakmampuannya mencetak rekor tertinggi baru akan jadi sorotan. Namun, aksi jual dalam perdagangan terekam lebih ringan ketimbang pada Kamis, ” tutur Frank Cappelleri, Penasihat Eksekutif Instinet, dalam laporan riset, yang dikutip CNBC International .


Jika benar indeks itu menembus level tertinggi baru, ini akan menjadi pemulihan tercepat dibanding koreksi terbesar dalam sejarahnya yaitu sebesar 30%, mengutip data Ned Davis Research. Namun, pasar kurang pasokan sentimen positif di pusat mentoknya pembahasan stimulus.

Ketua DPR Nancy Pelosi, yang juga petinggi Kelompok Demokrat AS, mengatakan bahwa pihaknya tak akan memulai kembali buah dengan partai Republik hingga itu menaikkan nilai total bantuan stimulus sebesar US$ 1 triliun.

Peristiwa ini diamini penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow yang pada CNBC International mengatakan bahwa pihaknya serta Partai Demokrat menghadapi “kebuntuan. ”

“Melihat kondisi kebuntuan fiskal sekarang, betul kecil kemungkinan bahwa konsumen memiliki dukungan fiskal tambahan pada Agustus. Dengan kata lain, outlook September sangat bergantung pada kebijakan fiskal, ” tutur Aneta Markowska, Kepala Ekonom Jefferies, dalam laporan penelitian, yang dikutip CNBC International .

Namun, penjualan ritel Juli tercatat hanya naik satu, 2%, meski masih di lembah konsensus Dow Jones sebesar dua, 3%. Mengecualikan otomotif, penjualan ritel nak 1, 9% atau sedang lebih baik dari konsensus sebesar 1, 2%.

TIM RSET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(ags/ags)