Bontot Kematian George Floyd, Trump Perombakan Kepolisian AS

Jakarta, CNBC Indonesia –  Presiden AS Donald Trump rencananya akan menandatangani perintah eksekutif untuk mereformasi kepolisian AS.

Hal ini terjadi di sedang tekanan karena kematian seorang masyarakat Afrika Amerika bernama George Floyd, di tangan polisi AS 25 Mei lalu.

Dikutip CNBC International dari NBC News , pengesahan akan berlangsung Selasa (16/6/2020). Berbahasa pada wartawan, Trump menyakini susunan yang ia buat cukup lengkap.

“Pada dasarnya, kita akan berbicara tentang hal-hal yang telah kita lihat selama sebulan terakhir dan kita akan mempunyai beberapa solusi yang baik, ” tegas Trump di Gedung Suci.

Perintah eksekutif tersebut akan berisi dorongan pada petugas untuk menggunakan standar profesional terakhir. Salah satunya bisa menggunakan gaya tapi tentu dengan norma-norma patos kasihan.

Kematian Floyd membuat kemarahan warga AS di polisi. Bukan hanya itu, presentasi terjadi hingga dua pekan bertambah untuk menuntut keadilan dan persamaan perlakuan pada ras manapun dalam negeri itu.

Demo mengusung “Black Live Matter” ataupun “Orang Kulit Hitam juga Berharga”. Demo sempat berujung penjarahan dan bentrok, yang membuat AS menjatuhkan pasukan Garda Nasional untuk menyembunyikan situasi.


Sementara itu, setelah kematian Floyd, aksi demo kembali memanas di Atlanta AS. Demo terjadi karena penembakan yang dilakukan polisi pada warga kulit hitam bernama Rayshard Brooks.

Ini menerbitkan sebuah restoran cepat saji dibakar massa, akhir pekan lalu. Selain itu, 36 pendemo juga ditangkap polisi.

Saksikan video terkait pada bawah ini:

(sef/sef)