Biji Gaji dan PHK Karyawan, Begini Gerak Saham Pemilik KFC

Jakarta, CNBC Indonesia – Pergerakan saham operator restoran cepat saji KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam perdagangan hari ini diperdagangkan mati hingga jelang penutupan perdagangan bagian hari ini. Harga saham perusahaan dibuka di harga Rp 1. 080/saham, naik tipis dari penyudahan perdagangan akhir pekan lalu pada Rp 1. 070/saham.

Total saham yang diperdagangkan hari ini hanya sebanyak 200 lot bagian dengan frekuensi dua kali selalu dan menghasilkan nilai Rp 215 ribu.

Namun demikian, sejak awal tahun hingga keadaan ini (year to date/ytd) bagian perusahaan ini sudah terkoreksi mematok 16, 08%. Harga sahamnya sudah mencapai tertinggi di Rp 1. 300 di tahun ini & harga terendah di Rp 885/saham.



Sementara itu, asing sepanjang tahun mencatatkan beli terang (net buy) senilai Rp 60, 71 miliar di saham ini, dengan rincian net buy dalam pasar nego dan tunai Rp 64, 04 miliar dari net sell Rp 3, 33 miliar di pasar reguler.

Adapun perusahaan ini akan memangkas penghasilan karyawan dengan kisaran 20%-50% sesudah sebelumnya merumahkan 450 pekerja.

KFC yang membagi karyawan kepada beberapa grade memastikan seluruh grade tersebut akan terkena kontraksi gaji. Maksimal hingga 50% lantaran gaji pokok, tergantung status grade maupun dirumahkan atau tidak.

Direktur PT Fast Food Indonesia Justinus Dalimin Juwono melegalkan soal dokumen itu sebagai memo internal perusahaan, dan tak bersetuju mengomentarinya.

Pihak kongsi mengklaim telah mencapai kesepakatan secara pegawai KFC yakni Serikat Praktisi Fast Food Indonesia (SPFFI). Pada dalamnya disepakati pemotongan nilai perolehan dan tunjangan hari raya maka mencapai 50%.

Melalui keterbukaan informasi di Pura Efek Indonesia (BEI), diperkirakan lebih dari 450 pegawai akan terkena dampak.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)