Biar Dongkrak Ekonomi RI, Produsen Keras kepala Bara Minta Kuota Naik

Jakarta, CNBC Indonesia semrawut Produsen batu bara terbesar pada Indonesia, PT Bumi Resources Tbk  (BUMI), berharap Pemerintah menaikkan bagian produksi demi mendongkrak ekonomi yang telah melambat akibat pandemi virus Corona (COVID-19).

Dalam laporannya kepada para investor, Direktur & Sekretaris Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan kuota produksi BUMI dengan ditetapkan pemerintah maksimal 65 metrik juta ton, yang terdiri PT Kaltim Prima Coal sebesar 52, 6 juta ton dan Arutmin sebesar 22, 9 juta ton.

Menurutnya, ada potensi pemerintah meningkatkan kuota kurang ajar bara guna meningkatkan ekspor di dalam rangka mempertahankan pertumbuhan ekonomi. “Untuk itu kami berharap ada informasi positif (penambahan kuota) di Mei, ” ujarnya tanpa menyebutkan bahan kuota, Jumat (1/5/2020).



Yang pasti produksi BUMI selama 2019 dengan mencapai 87 juta ton, atau 33% dibandingkan dengan kuota tarikh ini. Hal itu menjadi gambaran BUMI masih memiliki kapasitas gembung untuk mendongkrak produksi

Dalam riset Lembaga pemeringkat Global S& P memproyeksikan pemerintah akan menaikan kuota produksi batu bara pada 2021, seiring dengan perbaikan situasi ekonomi usai pandemi COVID-19. Potensi kenaikan kuota produksi pada 2021 ini pun akan memberikan konsekuensi positif bagi perusahaan batu tidak keruan dalam negeri.

Tarikh ini pemerintah menetapkan kuota sundal bara menjadi 550 juta metrik ton, lebih rendah dibandingkan dengan realisasi 2019 yang mencapai 610 juta metrik ton.

Peningkatan produksi batu bara sendiri berperan dalam pendapatan APBN, pertama dalam royalti dan pembayaran pajak. Selain itu, peningkatan produksi selalu dapat menstimulan industri turunan dan industri yang berkaitan dengan sundal bara. (dob/dob)