Beli Emas Sekarang Bisa Cuan 16% Tahun Depan, Yakin?

Jakarta, CNBC Indonesia –  Pergerakan harga emas sangat terbuka dengan gerak dolar AS. Kejadian inilah yang memicu terjadinya volatilitas tinggi harga logam kuning tersebut sebulan terakhir.

Dalam awal pekan ini, Senin (7/9/2020), harga emas dunia di pasar spot menguat. Pada 08. 45 WIB, harga logam kuning itu dibanderol di US$ 1. 937, 8/troy ons atau menguat 0, 3% dibanding posisi penutupan simpulan pekan lalu.


Minggu lalu emas terkoreksi 2% kelanjutan dolar AS yang menguat. Masukan tenaga kerja yang ciamik menyusun indeks dolar yang mengukur kondisi greenback terhadap enam mata uang lainnya naik.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan ada 1, 7 juta lapangan kerja ( nonfarm payrolls ) di bulan lalu. Hal ini menyebabkan level pengangguran di AS turun ke tingkat 8%. Alhasil, indeks dolar pun bangkit. Emas yang dibanderol  dalam mata uang tersebut menjadi tertekan.

Namun penuh pihak yang masih memandang bullish prospek emas untuk jangka panjang, setidaknya hingga tahun depan. Outlook pasti emas jangka panjang memang tak bisa ditampikkan.

Status makroekonomi yang suram, kebijakan moneter ultra-longgar, suku bunga riil yang sudah negatif hingga neraca bank sentral terutama bank sentral GANDAR (The Fed) yang menggelembung menjadi faktor yang mengokohkan fundamental emas.

Narasi ini kendati belum berubah. Emas sebagai aset safe haven serta lindung nilai ( hedging ) menjadi diburu ketika kondisi ekonomi global dipenuhi risiko ketidakpastian tinggi dan adanya ancaman inflasi yang lebih tinggi hingga kinerja aset investasi lain yang buruk.  

Wallet Investor, suatu perusahaan rintisan data analytics yang terspesialisasi dengan proyeksi harga berbagai produk keuangan memprediksi harga emas bisa kembali tembus US$ 2. 000 di tahun 2021.

Wallet Investor, memperkirakan kehormatan emas bisa mencapai US$ 2. 243/troy ons di akhir tahun depan. Itu artinya potensi upside aurum dari posisi sekarang adalah 15, 7%. Namun ingat! Meski fundamental emas dinilai masih kokoh, gambaran harga ini tidak bisa dijadikan patokan utama mengambil keputusan pada berinvestasi.

Bagi investor yang ingin membeli emas, sangat disarankan untuk melakukan studi komprehensif dan membeli pada momentum dengan tepat. Bagaimanapun juga gerak volatil emas berpotensi berlanjut mengingat dolar juga masih fluktuatif dan harga sedang konsolidasi pasca tembus kelas tertinggi sepanjang sejarah.

TIM RISET CNBC  INDONESIA  

[Gambas:Video CNBC]
(twg/twg)